Sunday, January 25, 2015

Ringkasan Materi Mekanika

Ringkasan Materi Mekanika




ringkasan, fisika, mekaniak
Membuka dokumen lama mengenai mata pelajaran fisika, ternyata menemukan ringkasan materi fisika, khususnya untuk siswa SMP. Ringkasan fisika yang saya perkirakan dibuat pada tahun 2003 atau 2004 saat masih terbatasnya buku-buku fisika.
Tapi memang ringkasan fisika ini belum diedit atau diupdate sepenuhnya. Rencananya ringkasan ini akan kami buat menjadi e-book yang bisa dipakai secara gratis. Ya memang, keterbatasan waktu dan tenaga. Karena di samping harus memenuhi kewajiban mencari sesuao nasi, juga harus meluangkan diri untuk terus membuat postingan di blog.
Ringkasan fisika  yang akan dibuat, terbagi menjadi 6 bagian, yaitu :
  • Mekanika
  • Kalor
  • Getaran, Gelombang, dan Bunyi
  • Cahaya
  • Listrik Magnet
  • Tata Surya dan Bumi
Kita awali dari bagian yang pertama, yaitu mekanika. Untuk mendasari belajar fisika, maka akan diawali dengan materi besaran dan satuan terlebih dulu.
Besaran dan Satuan
1. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya didefinisikan sendiri.
Terdiri dari : Panjang (m), massa (kg), waktu (s), suhu (K), arus listrik (A), intensitas cahaya (Cd) dan jumlah zat (mol).
2. Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok.
Contoh : kecepatan (m/s), percepatan (m/s2), gaya (kg.m/s2 atau Newton), usaha (kg m2/s2 atau Joule) dan sebagainya.
3. Besaran skalar adalah besaran yang memiliki besar atau nilai saja.
Contoh : panjang, massa, waktu, suhu, kelajuan dan sebagainya.
4. Besaran vektor adalah besaran yang memiliki besar dan arah.
Contoh : perpindahan, gaya, kecepatan, percepatan dan sebagainya.
Zat dan Wujudnya
1. Massa jenis adalah  massa benda tiap satu satuan volume.
massa jenis
ρ = massa jenis (kg/m3)
m = massa benda (kg)
v = volume benda (m3)
2. Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Zat terdiri dari zat cair, padat dan gas
3. Perubahan wujud zat
Memerlukan kalor :
perubahan wujud, padat, cair, gas
Diagram perubahan wujud
1. mencair
2. menguap
3. menyublim
Melepaskan kalor
4. membeku
5. mengembun
6. mengkristal/deposisi





4. Kohesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel (molekul) yang sejenis.
5. Adhesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel (molekul) yang tidak sejenis.
6. Kapilaritas adalah peristiwa naiknya zat cair melalui celah-celah kecil.
Gerak
1. Sebuah benda dikatakan bergerak jika kedudukan benda tersebut berubah terhadap benda lain yang menjadi acuan.
2. Gerak bersifat relatif artinya suatu benda yang bergerak terhadap benda tertentu belum tentu bergerak terhadap benda lain.
Contoh : Bus dikatakan bergerak terhadap seorang yang berdiri di pinggir jalan, tetapi dikatakan tidak bergerak (diam) menurut penumpangnya.
3. Suatu benda dikatakan melakukan gerak semu jika benda tersebut nampak seolah-olah bergerak padahal benda tersebut diam.
Contoh : Pohon-pohon dipinggir jalan nampak bergerak menjauhi seorang penumpang bus, matahari bergerak dari timur ke barat, bulan selalu mengikuti kita kemanapun kita bergerak.
4. Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu benda. Perpindahan adalah perubahan kedudukan yang diukur dari titik awal sampai titik akhir yang dicapai benda.
5. Kelajuan berbeda dengan kecepatan. Kelajuan merupakan besaran skalar sedang kecepatan merupakan besaran vektor. Kelajuan didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh benda tiap waktu, sedangkan kecepatan didefinisikan sebagai perpindahan yang ditempuh tiap waktu.
6. Kecepatan sesaat :
rumus kecepatan
v = kecepatan (m/s)
s = perpindahan (m)
t = selang waktu (s)
7. Kecepatan rata-rata adalah hasil bagi antara jarak total yang ditempuh benda dengan selang waktu total untuk menempuh perpindahan tersebut.
kecepatan rata-rata
8. Gerak lurus adalah gerak suatu benda yang lintasannya berupa garis lurus.
a. Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda yang lintasannya berupa garis lurus dengan kecepatan tetap.
Grafik GLB
Grafik s - t pada GLB
grafik GLB
Grafik v - t pada GLB

b. Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak suatu benda yang lintasannya berupa garis lurus dengan kecepatan yang berubah secara teratur (percepatan tetap).
grafik glbb
Grafik s-t pada GLBB
grafik glbb
Grafik v-t pada GLBB

Gerak lurus berubah beraturan ada 2 macam, yaitu :
  • GLBB dipercepat, contoh : gerak benda jatuh bebas, gerak benda menuruni bidang miring
  • GLBB diperlambat,contoh : gerak benda vertikal ke atas, gerak benda horizontal dalam permukaan kasar (tanah, pasir)
Rumus GLBB :
rumus glbb, percepatan, kecepatan awal, kecepatan akhir, waktu
atau Vt = V0 + a.t
a = percepatan (m/s2)
Vt = kecepatan akhir (m/s)
V0 = kecepatan mula-mula (m/s)
Gaya
1. Gaya merupakan besaran vektor, yaitu besaran yang memiliki besar dan arah.
2. Pengaruh gaya :
a. membuat benda bergerak
b. mempercepat atau memperlambat gerak benda
c. mengubah arah gerak benda
d. mengubah bentuk benda
3. Gaya terdiri dari :
a. Gaya sentuh yaitu gaya yang bekerja pada benda akibat sentuhan kedua permukaan benda. Contohnya : gaya otot, gaya mesin, gaya pegas dan gaya gesek.
b. Gaya tak sentuh adalah gaya yang bekerja pada benda bukan atau tidak ada sentuhan pada bendanya Contohnya : gaya magnet, gaya listrik dan gaya gravitasi.
4. Resultan Gaya : sebuah gaya yang menggantikan dua atau lebih gaya.
a. Searah
gaya-gaya searah, resultan gaya
Gaya-gaya searah
b. Berlawanan arah
gaya-gaya berlawanan arah, resultan gaya
Gaya-gaya berlawanan arah
5. Hukum I Newton : Hukum Kelembamam
Σ F = 0
Jika resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol, maka benda dalam keadaan diam atau bergerak lurus dengan kecepatan tetap
Contoh : Pada saat supir bus mendadak mengerem, maka para penumpang terdorong ke depan.
6. Hukum II Newton : Tentang gaya dan percepatan
Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sebanding dengan resultan gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda.
rumus hukum ii newton, percepatan, resultan gaya, massa
atau Σ F = m a
F = gaya (N)
m = massa (kg)
a = percepatan (m/s2)
7. Hukum III Newton : Hukum Aksi-Reaksi
Gaya aksi-reaksi bekerja pada dua benda yang berbeda, segaris, berlawanan arah dengan besar yang sama.
F aksi = - F reaksi
Contoh : Ketika kita memukul tembok, jari yang menyentuh tembok terasa sakit.
8. Gaya gesekan adalah gaya yang ditimbulkan oleh dua buah benda yang bergesekan dan arahnya berlawanan dengan arah gerak benda.
Besarnya gaya gesekan tergantung pada kekasaran permukaan sentuh.
gaya gesekan, resultan gaya
Gaya gesekan
clip_image049
9. Berat benda adalah gaya tarik bumi yang bekerja pada benda tersebut.
W = m g; W = berat (N)
m = massa (kg)
10. Berat jenis
berat jenis, berat, volume, percepatan gravitasi, massa jenis
S = berat jenis (N/m3)
W = berat benda (N)
ρ = massa jenis benda (kg/m3)
11. Keseimbangan pada papan

keseimbangan papan
Keseimbangan pada papan
l1F1 = l2F2



Usaha dan Energi
1. Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha.
1 kal = 4,2 J
1 joule = 0,24 kal
2. Bentuk-bentuk energi
a. Energi mekanik, terdiri dari energi kinetik dan energi potensial.
b. Energi panas (kalor) , timbul dari energi kinetik partikel-partikel penyusun benda.
c. Energi kimia adalah energi yang terkandung dalam bahan bakar.
d. Energi listrik, terdapat dalam arus listrik
e. Energi bunyi, dihasilkan dari semua benda yang bergetar
3. Energi kekekalan energi :” energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan “
4. Energi mekanik
a. Energi potensial : energi yang dimiliki benda karena kedudukannya.
Ep = m g h
Ep = energi potensial (J)
h = ketinggian (m)
b. Energi kinetik : energi yang dimiliki benda karena geraknya
Ek = ½ mv2
Ek = energi kinetik (J)
v = kecepatan (m/s)
Energi mekanik : Em = Ep + Ek
Suatu benda yang dilempar ke atas:
saat naik, kecepatan berkurang dan h bertambah (EK berkurang dan EP bertambah)
saat turun kecepatan bertambah dan h berkurang (EK bertambah dan EP berkurang)
5. Usaha adalah hasil kali gaya terhadap perpindahan :
W = F s; W = Usaha (J); F = gaya (N)
s = perpindahan (m)
6. Daya :
daya, usaha, waktu
P = daya (Watt)
W = Usaha (Joule)
s = perpindahan (m)
v = kecepatan (m/s)
t = waktu (s)
Satuan daya :
1 joule/sekon = 1 watt (W)
1 Horse Power (Hp) = 746 W
7. Pesawat sederhana : digunakan untuk memudahkan melakukan usaha
a. Tuas
tuas
Tuas
Beban x lengan beban = kuasa kali lengan kuasa
W lb = F lk
Keuntingan mekanis :
keuntungan mekanis, tuas, berat, kuasa, lengan beban, lengan kuasa
b. Katrol
- Katrol tetap
F = W, Lk = Lb
KM = 1
- Katrol bergerak
F = ½ W; Lk = 2Lb
KM = 2
katrol, katrol tetap, katrol bergerak
Katrol
c. Bidang miring
Keuntungan Mekanis :
keuntungan mekanis, bidang miring, kuasa, berat, panjang bidang miring, tinggi bidang miring
image

Zat cair
1. Tekanan adalah besarnya gaya yang bekerja dibagi luas permukaan bidang.
tekanan zat padat, gaya, luas bidang tekan
P = tekanan (N/m2)
F = gaya (N)
A = luas bidang tekan (m2)
2. Tekanan hisdrostatis adalah tekanan yang diakibatkan oleh zat cair yang diam dalam suatu kedalaman tertentu
Ph = ρ g h = S h
Ph = tekanan hidrostatis (N/m2)
ρ = massa jenis zat (kg/m3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
S = berat jenis (N/m3)
h = kedalaman (m)
Besarnya tekanan hidrostatik dapt diketahui dengan alat Hartl.
3. Hukum Pascal : “ tekanan yang diberikan kepada zat cair di dalam ruangan tertutup diteruskan ke segala arah dan sama besar “
image
Penerapan Hukum Pascal
hukum pascal, gaya, luas bidang tekan
F1,2 = gaya pada penampang kecil, besar
A1,2 = luas penampang kecil, besar
Alat – alat yang menggunakan hukum Pascal :
a. Dongkrak hidrolik
b. Rem hidrolik
c. Alat pengangangkat mobil
d. Kempa hidrolik
4. Permukaan zat cair dalam bejana berhubungan
Berlaku hukum utama hidrostatika : “tekanan yang dilakukan oleh zat cair yang sejenis pada kedalaman yang sama adalah sama besar “
tekanan zat cair, bejana berhubungan
Bejana berhubungan
P1 = P2,
atau
ρ1h1 = ρ2h2
ρ1,2 = massa jenis zat cair 1,2
h1,2 = ketinggian zat cair 1,2
Hukum bejana berhubungan tidak berlaku jika :
a. bejana diisi zat cair yang berbeda
b. tekanan kedua bejana tidak sama (misalnya salah satu bejan ditutup saat diisi)
c. ada pipa kapilernya
Penerapan : cerek/teko, menara air, water pas
5. Hukum Archimedes : “ suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut “
FA = ρa Va g = va S
ρa = massa jenis zat cair (kg/m3)
Va = volume benda yang tercelup dalam zat cair
Berat di air = Berat di udara – gaya keatas
WA = WU – FA

Terapung, tenggelam dan melayang
a. terapung : ρbenda < ρzat cair
b. melayang : ρbenda = ρzat cair
c. tenggelam : ρbenda > ρzat cair
Penerapan : jembatan ponton, kapal selam, hidrometer, kapal laut, galangan kapal, dan balon udara
6. Torricelli menyimpulkan bahwa tekanan udara yang disebabkan oleh lapisan atmosfer bumi di permukaan laut adalah 76 cm Hg yang disebut satu atmosfer.
1 atm = 76 cm Hg
Setiap kenaikan 100 m, tekanan udara turun 1 cm Hg = 10 mm Hg.
Ketinggian = (76 cm Hg – Bar) x 100 m
tekanan udara, torriceli, ketinggian tempat
7. Manometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara di dalam ruang tertutup.
a. Manometer zat cair
Jika zat cair yang digunakan adalah raksa berlaku :
P gas = (tek. atmosfer ± h) cm Hg
Jika raksa diganti air, berlaku :
manometer, tekanan gas, tekanan atmosfer, ketinggian air
b. Manometer logam/Bourdon : mengukur tekanan gas dalam ruang tertutup yang bertekanan tinggi.
8. Hukum Boyle : “ hasil kali tekanan dan volume gas dalam ruang tertutup adalah tetap”
PV = C atau P1V1 = P2V2
Untuk campuran :
hukum boyle, tekanan, volume
P1,2 = tekanan pada keadaan 1, 2
VI, 2 = volume pada keadaan 1 dan 2
Demikianlah, ringkasan materi fisika untuk bagian pertama, yaitu mekanika. Masih banyak kekurangan tentunya.

Friday, January 23, 2015

Soal-Soal Relativitas

Penambahan Kecepatan

1. Sebuah kereta api bergerak dengan kecepatan 120 km/jam. Seekor burung yang hinggap di atas  kereta terbang dengan kecepatan 5 km/jam searah kereta tersebut.
Berapa kecepatan terbang burung tersebut tersebut menurut seseorang yang berada di dalam kereta api dan menurut orang yang sedang berdiri di stasiun?

Pembahasan

image

a. Kecepatan burung relatif terhadap kereta api adalah  v'x = 5 km/jam
b. Kecepatan burung  relatif terhadap stasiun adalah
vx = v + v'x
    = 120 + 5 = 125km/jam

2. Sebuah pesawat luar angkasa bergerak dengan kecepatan 0,8c meninggalkan bumi. Dari pesawat tersebut ditembakkan peluru dengan kecepatan 0,4c. Tentukan kecepatan peluru menurut pengamat di bumi jika arah peluru searah pesawat :
a.Menurut relativistik klasik
b.Menurut relativistik Einstein

Pembahasan

image

a. Menurut relativistik klasik
   vx = v’x + v = 0,8c + 0,4c = 1,2c

b. Menurut relativistik Einstein

image

image

image

Kontraksi Panjang

Sebuah pesawat yang diam di bumi mempunyai panjang 100 m. Kemudian pesawat tersebut bergerak dengan kecepatan 0,6c. Berapa panjang pesawat tersebut menurut pengamat di bumi sekarang?

image

L0 = 100 m
V = 0,5c
Panjang pesawat menurut pengamat di bumi dirumuskan dengan

image

Dilasi Waktu

Sebuah pesawat ruang angkasa mengitari bumi dengan kecepatan 0,6c sambil memancarkan sinyal ke bumi. Sinyal diamati dari bumi memiliki periode 12 menit. Tentukan periode sinyal sebenarnya?

Pembahasan

t = 12 menit, v = 0,8c
Periode sinyal sebenarnya adalah t0.

image

image

Massa dan Energi

Sebuah benda memiliki massa diam 12 kg. Jika benda tersebut bergerak dengan kecepatan 0,8c. Tentukan :
a. Massa bergeraknya
b. Energi diam benda
c. Energi relativitas benda
d. Energi kinetik benda

Pembahasan

m0 = 2 kg
v = 0,8c

image

Thursday, January 22, 2015

Orientasi KIR (2)

IMG_20140904_143252Pada awal-awal pelaksanaan ekstrakurikuler, pemberian motivasi bagi peserta sangat penting. Apalagi terkait dengan masalah tulis-menulis. Untuk banyak membaca saja sulitnya minta ampun. Apa lagi kesan perpustakaan sekolah, sebagai tempat anak-anak yang bermasalah. Misalnya terlambat disuruh belajar di perpustakaan. Ada pelajaran kosong, misal tidak ada tugas, anak-anak disuruh belajar di perpustakaan dan seterusnya.

 

Ada beberapa faktor yang menjadi halangan bagi remaja untuk menulis , yaitu

  1. Merasa  tidak mampu untuk menulis
  2. Takut salah atau disepelekan orang lain
  3. Tidak berani ambil resiko
  4. Malas menulis
  5. Tidak terbuka dengan pengalaman dan gagasan baru

Untuk mengatasi hambatan-hambatan di atas, dapat dilakukan langkah-langka sebagai berikut :

  1. Mulailah menulis. Sekarang.
  2. Tentutan sasaran dan batas waktu penulisan
  3. Lupakan syndrome perfectionistik
  4. Yakinkan Anda bisa menulis
  5. Tidak putus asa
  6. Pahamilah menulis itu proses kreatif

Bagaimana Memulai Penelitian Ilmiah Bagi Remaja

  1. Lakukan Riset
  2. Identifikasi Masalah
  3. Rumuskan hipotesis
  4. Lakukan Eksperimen
  5. Buat  kesimpulan

1. RISET

Riset berarti mengumpulkan informasi. Informasi bisa didapatkan dari pengalaman, buku, majalah, internet maupun dari data penelitian yang sejenis.

Sebelum melakukan riset, terlebih dulu tentukan topiknya. Misal jika kita ingin mengamati mengapa roti lama-lama berjamur. Yang kita lakukan adalah riset mengenai perkembangbiakan jamur. Eksperimen yang kita lakukan, misalnya dengan menaruh roti kemudian kita amati dalam jangka waktu tertentu untuk mengamati pertumbuhan jamurnya. Hasil dari eksperimen ini akan dijadikan dasar buat mengidentifikasi masalah.

2. MASALAH

Masalah merupakan pertanyaan ilmiah yang akan dicari penyelesaiannya. Terkait dengan eksperimen pertumbuhan jamur pada roti, misalnya akan memunculkan masalah sebagai berikut. “Bagaimana pengaruh lampu dapat mempengaruhi perkembangbiakan jamur pada roti?”

Dalam merumuskan masalah, perhatikan hal berikut :

- Masalah dibatasi agar tidak melebar ke mana-mana

- Masalah yang diangkat bisa dipecahkan

3. HIPOTESIS

Hipotesis adalah gagasan yang dibuat untuk menyelesaikan masalah. Hipotesis ini sangat penting dalam mencapai keberhasilan eksperimen. Ya, karena eksperimen yang kita lakukan memang bertujuan menguji hipotesis yang kita buat.

Hipotesis ini menghubungkan 2 faktor. Pada contoh ini misalnya, ada 2 faktor yang akan diuji yaitu pemberian cahaya dan pertumbuhan jamur.

4. EKSPERIMEN

Eksperimen merupakan proses untuk menguji hipotesis yang sebelumnya telah kita buat.  Ada 3 jenis variabel dalam eksperimen, yaitu variabel bebas (independent variable), variabel tidak bebas (dependent variable) dan variable pengontrol.

Variabel bebas (independent) adalah variabel yang bisa diubah, misalnya pemberian cahaya.

Variabel tidak bebas adalah variabel hasil pengamatan, yang nilainya bisa berubah karena dipengaruhi variabel bebas. Misalnya perkembang jamur.

Variabel pengontrol adalah variabel yang tidak berubah, misalnya suhu dan lingkungan.

5. KESIMPULAN

Kesimpulan merupakan hasil dari eksperimen. Dalam kesimpulan termuat penjelasan mengenai hubungan antara hipotesis dengan hasil eksperimen. Termasuk di dalamnya alasan-alasan ketika hipotesis tidak terbukti.

Contoh Judul Karya Tulis Ilmiah

1. Pengaruh Tempat Tinggal Siswa SMP ...... Terhadap Prestasi Belajar

2. Pemanfaatan Puntung Rokok untuk Membunuh Jentik Nyamuk Malaria

3. Pengaruh Deterjen terhadap Daya Penyusutan Kain

4. Pemanfaatan Fasilitas Handphone untuk Belajar Kelompok di SMP .......

5. Potensi Bahaya Kemasan Plastik Makanan

6. Pemanfaatan Limbah Tahu Menjadi Bakso

Sumber Bacaan :

Kelompok Ilmiah Remaja : Petunjuk Membimbing dan Meneliti bagi Remaja oleh Remigius Gunawan Susilowarno, PT Grasindo, 2003

Penelitian Ilmiah Remaja oleh Yohanes Surya, PT Bima Sumber Daya MIPA, 2004

Hipotesa Asal Usul Bulan

Hipotesa Asal Usul Bulan

Sumber : http://id.wikipedia.org/
Membaca  buku Persiapan Menghadapi Olimpiade Fisika yang ditulis oleh Yohanes Surya, membuat aku terhenti sejenak ketika membaca judul hipotesa asal-usul bulan. 
Selama ini, saya dengarnya asal-asul pembentukan tata surya atau jagat raya. Ternyata bulan pun ada teorinya...(katrok alias gaptek ternyata).

Ada 4 hipotesa yang terkenal, yaitu :
- hipotesa pemecahan (fission hypothesis)
- hipotesa penangkapan (capture hypothesis)
- hipotesa pengumpulan (accretion hypothesis)
- hipotesa benturan besar (giant impact hypotesis)

Hipotesa pemecahan, dikemukakan oleh G. Darwin tahun 1879, menganggap bahwa pada saat bumi masih muda, bumi berputar cepat pada sumbunya sehingga ada bagian material yang terlepas. Bagian yang terlepas itu mengorbit ke bumi dan menjadi bulan.

Hipotesa penangkapan menganggap bahwa bulan berasal dari suatu tempat di luar angkas. Karena oleh suatu sebab, bulan bergerak dekat bumi dan mengorbit.

Hipotesa pengumpulan, menganggap bulan berasal dari debu-debu dan kepingan materi yang beterbangan di sekitar bumi. Benda-benda tersebut makin lama makin menyatu dan membentuk benda yang besar, yaitu bulan.

Hipotesa benturan besar. Menurut hipotesa ini, ketika bumi masih muda (mengalami proses kondensasi), bumi mengalami benturan dengan benda langit lain, yaitu Mars. Akibat benturan tersebut, material di kedua benda yang berbenturan saling terpental (sebagian ada yang menguap). Sebagaian pentalan ini ada yang berkumpul kembali dan mengorbit menjadi bulan. Jadi bulan terdiri dari material bumi dan sebagian dari material benda lain  yang menumbuk.

Teori benturan ini yang banyak diterima orang.
Pertama, hipotesa ini mampu menjelaskan mengenai sedikitnya unsur besi di bulan.
Kedua, hipotesa ini mampu menjelaskan asal-usul keberadaan material di permukaan bumi, seperti emas dan platina yang diduga berasal dari planet yang menumbuk bumi. Padahal emas dan platina memiliki massa jenis besar, seharusnya berada di pusat bumi.


SKL UN IPA Fisika : Konversi Suhu

SKL UN IPA Fisika : Konversi Suhu



Materi UN IPA SMP/Mts Tahun 2015

Materi UN IPA SMP/Mts Tahun 2015

Foto koleksi penulis
Meski belum sempurna, postingan mengenai Materi UN IPA SMP/Mts Tahun 2015, tapi kami coba rangkum kembali agar tidak bercerai-berai. Untuk postingan selanjutnya, akan kami coba membuatnya dalam aplikasi flash agar lebih interaktif dan menarik. Aplikasi yang akan kami buat meliputi jabaran materi maupun soal-soal uji coba/try out UN IPA SMP/Mts Tahun 2015. Kami mohon dukungan dari para pembaca dan pengunjung blog ini, semoga kami diberikan energi dan waktu yang cukup untuk menyelesaikan proyek (hehhee..pekerjaan) kami berikutnya.

Berikut adalah judul materi yang akan diujikan dalam UN IPA SMP/MTs Tahun 2015 disertai link materinya, termasuk link dalam versi flash (dalam bentuk swf) jika sudah jadi.

Selamat Belajar!

  1. Besaran dan Satuan, bisa dibaca di sini
  2. Zat dan Wujudnya, bisa dibaca di sini
  3. Konversi Suhu, bisa dibaca di sini atau dalam versi swf-nya
  4. Kalor, bisa dibaca di sini
  5. Gerak dan Hukum Newton, bisa dibaca di sini
  6. Usaha dan Energi, bisa dibaca di sini
  7. Pesawat Sederhana, bisa dibaca di sini
  8. Tekanan, bisa dibaca di sini
  9. Getaran dan Gelombang, bisa dibaca di sini
  10. Bunyi, bisa dibaca di sini
  11. Optik dan Alat Optik, bisa dibaca di sini
  12. Listrik Statis, bisa dibaca di sini
  13. Rangkaian Listrik, bisa dibaca di sini
  14. Energi dan Daya Listrik, bisa dibaca di sini
  15. Kemagnetan, bisa dibaca di sini
  16. Induksi Elektromagnet, bisa dibaca di sini
  17. Tata Surya, bisa dibaca di sini
  18. Atom, Ion, dan Molekul, bisa dibaca di sini
  19. Asam, Basa, dan Garam, bisa dibaca di sini
  20. Unsur, Senyawa, dan Campuran, bisa dibaca di sini
  21. Perubahan Fisika dan Kimia, bisa dibaca di sini
  22. Bahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari, bisa dibaca di sini dan di sini
  23. Zat Adiktif dan Psikotropika, bisa dibaca di sini
  24. Ciri-Ciri Makhluk Hidup, bisa dibaca di sini
  25. Klasifikasi Makhluk Hidup, bisa dibaca di sini
  26. Ekosistem, bisa dibaca di sini
  27. Peranan Manusia dalam Pengelolaan Lingkungan, bisa dibaca di sini
  28. Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan, bisa dibaca di sini
  29. Sistem Gerak pada Manusia, bisa dibaca di sini
  30. Sistem Pencernaan Manusia, bisa dibaca di sini
  31. Sistem Pernapasan Manusia, bisa dibaca di sini
  32. Sistem Peredaran Darah pada Manusia, bisa dibaca di sini
  33. Sistem Ekskresi dan Reproduksi pada Manusia, bisa dibaca di sini untuk sistem ekskresi dan sistem reproduksi
  34. Sistem Saraf dan Alat Indera, bisa dibaca di sini untuk sistem indra dan sistem saraf
  35. Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan, bisa dibaca di sini
  36. Gerak pada Tumbuhan, bisa dibaca di sini
  37. Fotosintesis, bisa dibaca di sini
  38. Adaptasi Makhluk Hidup dan Seleksi Alam, bisa dibaca di sini
  39. Hukum Mendel, bisa dibaca di sini
  40. Bioteknologi, bisa dibaca di sini

Wednesday, January 21, 2015

Mengenal Mekanika

newton
Peletak dasar ilmu mekanika
Mengapa mekanika? Dalam fisika apa peranan dari mekanika? Apa saja yang dibahas dalam mekanika?
Materi fisika dapat dibagi  dalam 5 bab, yaitu mekanika, kalor, getaran, gelombang dan bunyi, listrik magnet dan fisika modern.
Pembagian ini, dalam hemat penulis perlu dikenalkan ketika siswa mulai duduk di bangku SMP. Sehingga mereka bisa lebih memahami fisika secara lebih utuh.

Pembagian ini bukan tanpa alasan.
Misalnya saat kita belajar tentang gerak. Diawali dengan konsep jarak dan perpindahan. Konsep ini berlanjut pada kelajuan dan kecepatan. Setelah itu ada konsep percepatan yang terkait dengan kecepatan. Muncul lagi gaya yang terkait dengan percepatan. Demikian juga ketika bicara mengenai tekanan, misalnya tekanan zat padat  yang terkait juga dengan gaya. (Bahkan dalam bidang listrik dan magnet pun ada gaya, yaitu gaya listrik maupun gaya magnet).
Mekanika sendiri bisa dibedakan menjadi dua yaitu kinematika dan dinamika. Kinematika membahas gerakan tanpa memperhatikan penyebabnya, sedangkan pada dinamika dipelajari penyebab gerak tersebut.
Pada pembahasan mekanika, pertama kali akan dipelajari kecepatan dan percepatan. Kecepatan terkait dengan perubahan posisi terhadap waktu, sedangkan percepatan terkait dengan perubahan kecepatan terhadap waktu.
Apa saja yang dibahas dalam mekanika
1. Kecepatan
Kecepatan dapat diartikan sebagai perubahan posisi terhadap waktu. Kecepatan yang biasa diukur adalah kecepatan rata-rata, yaitu kecepatan yang terjadi pada selang waktu tertentu. Untuk kecepatan sesaat sejatinya tidak bisa diukur, yang terukur adalah kecepatan di sekitar suatu posisi dengan rentang  yang amat pendek. Pengukuran/penghitungan ini yang disebut sebagai kecepatan sesaat.
2. Percepatan
Percepatan dapat didefinisikan sebagai perubahan kecepatan terhadap waktu. Dalam hal ini, benda mengalami gerak lurus berubah beraturan, baik dipercepat maupun diperlambat. Ketika percepatan benda sama dengan nol, atau benda tidak mengalami percepatan maka benda mengalami gerak lurus beraturan.
3. Gerak
Dalam tingkat SMP, materi gerak yang dibahas meliputi gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan. Berbeda tentunya dengan materi SMA, yang juga membahas gerak melingkar dan gerak parabola. Demikian juga kalau di SMA juga dikenalkan persamaan gerak, yang diberikan dalam bentuk vektor maupun fungsi
5. Hukum Newton
Hukum I Newton, mengawali materi dinamika. Yaitu bidang mekanika yang sudah membahas mengenai penyebab gerak suatu benda. Ada 3 hukum Newton tentang gerak, berturut-turut membahas mengenai kelembaman benda, hubungan percepatan – massa – gaya, serta aksi dan reaksi yang terjadi pada dua benda  yang berinteraksi.
6. Usaha, Energi  dan Daya
Usaha dapat diartikan sebagai besarnya gaya kali perpindahan. Misalnya ada benda dengan berat 100 N dipindahkan sejauh 5 m, maka usaha yang dilakukan sebesar 500 Joule.
Energi bisa diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan usaha. Bentuk energi ini bermacam-macam, meliputi energi kimia pada makanan atau bahan bakar, energi otot, energi listrik, energi air, energi angin dan sebagainya. Memang yang banyak menggunakan rumus atau persamaan adalah energi kinetik dan energi potensial.
Daya sendiri diartikan sebagai usaha dibagi waktu atau kecepatan untuk melakukan usaha. Kembali pada contoh usaha di atas, bahwa untuk memindahkan beban 100 N sejauh 5 m, dibutuhkan usaha sebesar 500 Joule. Tentunya proses memindahkan benda tersebut membutuhkan waktu. Semakin cepat waktu yang digunakan semakin besar daya yang dimilikinya.
Misalnya si anak A memindahkan benda tersebut membutuhkan waktu 10 sekon, maka dayanya P = 500/10 = 50 Watt. Sedangkan anak yang melakukan hal sama, tetapi membutuhkan waktu 20 sekon, maka daya P = 500/20 = 25 Watt.
Masih banyak lagi yang dikaji dalam mekanika, seperti ada hidrodinamika, tumbukan, impuls, momentum, dan elastisitas.
Selamat belajar.

Belajar Sains dari Cerpen

Belajar Sains dari Cerpen


Sains, terutama fisika dan kimia, bagi sebagaian siswa/orang bukanlah pelajaran menyenangkan. Selain karena disajikan secara teoritis, juga dianggap sulit dengan konsep-konsep yang abstrak dan rumus-rumus yang tidak dimengerti maksud maupun asal usulnya.
Tidak terlalu jauh, demikian juga dengan matematika yang dianggap sebagai deretan angka dan rumus-rumus yang membingungkan.

Untuk mengurangi kebingungan siswa atau siapapun yang ingin belajar sains dan matematika, cerita pendek tentang sains bisa menjadi salah satu alternatif untuk memahami keduanya.

Adalah Yoyok Dwi Prastyo, yang mencoba menuliskan cerpen bertema sains dan matematika bahkan komputer, dengan harapan agar ilmu-ilmu tersebut bisa dapat dipahami dengan mudah. Dengan mengamati kejadian sederhana dalam kehidupan sehari-hari, Yoyok, alumni Jurusan Bahasa dan Sastra Asing di salah satu perguruan tinggi ternama di Semarang, menghadirkan kumpulan cerpennya yang berjudul "Bahkan Einstein Pun Berduka".

Melalui cerpen yang berjudul "Magnitis Lithos", Yoyok  mengenalkan asal-usul magnet sampai ke cara pembuatannya. Cerpennya yang berjudul "Mejikuhibiniu", menjelaskan mengenai spektrum warna.

Cara kerja Fluoresensi, pemadam kebakaran dari soda kue pun dikemas dalam cerpen yang apik. Peristiwa mengapung juga dijelaskan  melalui cerpen yang berjudul Natrium Klorida. Tidak ketinggalan juga tokoh-tokoh dalam bidang sains juga diceritakan, seperti Al-Haytham, Al-Khazini, Al-Kindi, Maxwel, Newton dan banyak lagi.

Di bidang matematika dihadirkan cerpen yang berjudul Sang Peretas.

Bagaimana, tertarik untuk membaca buku ini atau bahkan lebih dari itu, Ikut membuat cerita pendek tentang sains, demi ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita tunggu kiprahnya.



Praktikum Identifikasi Kekerasan Kayu

Sumber : akikbacan.com
Salah satu hal yang saya sukai dari kurikulum 2013 adalah banyaknya praktikum-praktikum dalam pelajaran IPA. Dengan adanya 3 aspek penilaian, yaitu pengetahuan, sikap, dan ketrampilan plus jam belajar yang ditambah per minggunya membuat kita lebih leluasa dalam mengeksplorasi pembelajaran IPA, pada khususnya.
Adanya porsi penilaian ketrampilan dan sikap membuat kita lebih nyaman dalam melaksanakan pembelajaran berbasis praktikum, tanpa takut kehilangan waktu atau dikejar-kejar materi.
Belum lagi adanya materi baru, yang tidak melulu materi di awang—awang. Materi yang dimaksud adalah mengenai sifat bahan dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahan yang dimaksud meliputi bahan serat, bahan karet, bahan tanah dan keramik, bahan kaca dan bahan kayu.
Dalam pembahasan materi kayu dikenalkan cara mengidentifikasi kekerasan kayu. Ketrampilan dasar yang diperlukan dalam praktikum ini adalah bisa menentukan massa benda dan volume benda untuk dicari kerapatannya.
Inilah praktikum yang diambilkan dari buku siswa Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VIII Semester Gasal.

Judul Praktikum : Identifikasi Kekerasan Kayu


A. Tujuan Percobaan
Mengidentifikasi kekerasan kayu
B. Alat dan Bahan
1. Potongan kayu berbentuk balok, kubus atau persegi panjang sebanyak 5 buah. Masing-masing potongan beri tanda dengan huruf (A, B, C, D, E)
2. Timbangan
3. Penggaris
C. Dasar Teori
Kayu mengandung komponen penting yaitu selulosa, lignin, dan senyawa ekstraktif (senyawa tertentu yang dapat diambil dari kayu). Selulosa merupakan senyawa polimer turunan dari glukosa, dapat mencapai 70% dari berat kayu. Selulosa merupakan bahan utama pembuatan kertas dan tekstil. Lignin merupakan komponen pembentuk kayu, meliputi 18-28% berat kayu. Secara kimiawi, kayu keras dan kayu lunak dibedakan pada jumlah dan jenis lignin yang terkandung di dalamnya.
Senyawa ekstraktif dapat berupa zat warna, getah, resin, lilin, dan lainnya, yang jumlah dan jenisnya tergantung spesies pohonnya. Senyawa ekstraktif ini memiliki manfaat seperti melindungi kayu dari hama. Senyawa ekstraktif merupakan salah satu dari hasil hutan nonkayu.
Berikut beberapa sifat kayu.
1. Bobot dan Berat Jenis
2. Keawetan
3. Warna
4. Tekstur
5. Kesan Raba
6. Bau dan Rasa
7. Nilai Dekoratif
8. Kekerasan atau Densitas
Densitas diukur dalam satuan kg/m3. Rata-rata densitas kayu yang adalah sekitar 320 - 720 kg/m3. Ada beberapa jenis kayu yang sangat lunak hingga 160 kg/m3 dan paling tinggi kekerasan kayu pada level 1.000 kg/m3.
D. Langkah Kerja
1. Ukurlah dengan penggaris (panjang, lebar, dan tinggi) masing-masing potongan kayu dengan teliti.
2. Hitunglah volume masing-masing potongan kayu.
3. Timbanglah dengan teliti massa masing-masing potongan kayu.
4. Catatlah data pada tabel yang disediakan.
5. Hitunglah densitas masing-masing potongan kayu menggunakan rumus
Tabel 4.6 Data hasil pengamatan
Sampel Panjang (cm) Lebar (cm) Tinggi (cm) Volume (cm3) Massa (g) Densitas (g/cm3)

E. Pertanyaan

1. Potongan kayu manakah yang mempunyai densitas paling tinggi? Apa artinya?
2. Potongan kayu manakah yang mempunyai densitas paling rendah? Apa artinya?
3. Bila ada potongan kayu yang densitasnya sama, apa artinya?
F. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan. Bagaimana kesimpulan yang bisa diambil?

Sumber : Zubaidah, Siti, dkk. 2014. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 1.  Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Praktikum Zat Adiktif

Ketika mempelajari zat adiktif dan psikotropika ada beberapa kendala yang dihadapi sehingga pembelajaran cenderung diberikan secara teoritis. Paling pool kita mencari berbagai informasi baik melalui televisi, surat kabar, majalah maupun internet mengumpulkan beerbagai kasus penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika kemudian menganalisanya.

Zat adiktif sendiri bisa dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu  (1) zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika, (2) zat adiktif narkotika, dan (3) zat adiktif psikotropika.
Contoh zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika adalah  teh, kopi, rokok, minuman beralkohol, inhalan (lem, aerosol, pengharum ruangan, dan gas), obat bius, dan lain-lain. Contoh zat adiktif kelompok narkotika adalah candu, heroin, kokain, morfin, lisesic acid diethylamid, dan ganja. Contoh zat adiktif psikotropika adalah ekstasi, sabu-sabu, diazepam, dan LSD (Lysergic Acid Diethylaimide).

Menghadirkan zat-zat tersebut bagi saya sangat sulit, kecuali yang kategori pertama. Kalau sudah menemukan barangnya, lantas bagaimana mengujinya?

Saya baru menemukan satu buah praktikum mengenai zat adiktif, yaitu sebatas menguji adanya TAR pada rokok. Mudah-mudahan para pembaca ada yang mau berbagi informasi pengujian zat-zat lain. Tentunya zat yang mudah didapatkan.

Berikut praktikum yang dimaksud.
Tujuan : Mengetahui adanya TAR pada rokok
Alat dan Bahan :
1. Botol plastik
2. Pipa plastik
3. Kapas
4. Rokok putih, rokok kretek berfilter dan rokok kretek tanpa filter

Langka kerja
1. Susunlah perangkat percobaan seperti gambar berikut ini
image
2. Bakar/nyalakan rokoknya
3. Tekan botol hingga kempes, kemudian pasangkan rokok pada pipa dan lepaskan tekanan sehingga rokok terisap (lihat gambar). Lakuka beberapa kali kemudian amati perubahan warna kapas dan catat pada tabel
4. Lakukan kegiatan tersebut pada ketiga jenis rokok tersebut dan gantilah masing-masing jenis rokok

Tabel Pengamatan
JENIS ROKOK WARNA COKELAT PADA KAPAS
Rokok Putih
Rokok kretek berfilter
Rokok kretek tanpa filter

+ = sedikit
++ = banyak
+++ = sangat banyak

Sumber praktikum: Penyusun, Tim. Panduan Kinerja Ilmiah IPA SMP. Wardhana
Sumber bacaan : Zubaidah, Siti, dkk. 2014. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 1.  Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...