Thursday, August 13, 2015

Catatan Mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Pengelola Laboratorium IPA (Bagian 1)


Pusdiklat BKK


Catatan Mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Pengelola Laboratorium ini dibuat sebagai bentuk tanggung jawab moral karena banyaknya hal yang didapat dan yang harus dikorbankan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Diawali dengan pemberitahuan dari Dinas Pendidikan Purbalingga agar saya sebagai kepala laboratorium mengikuti acara tersebut. Senang banget rasanya..karena seumur-umur menjadi guru IPA baru mendapat kesempatan mengikuti kegiatan yang sesuai dengan ke IPA an nya. Bukannya tidak pernah, tetapi yang dimaksud di sini adalah penyelenggarannya di luar kota. Kalau kegiatan-kegiatan di dalam kota itu sih biasa, misalnya lewat jalur MGMP IPA Purbalingga. Atau kegiatan di luar kota (misalnya di Semarang, Yogyakarta, Solo, Magelang) sering juga, tetapi lebih banyak berhubungan dengan multimedia/IT.

Kegiatan Bimbingan Teknik itu sendiri dilaksanakan tanggal 12 - 15 Agustus 2015 di Pusdiklat BKK Jawa Tengah, Jalann Supriyadi 37 Semarang. Check in dilaksanakan jam 11.00  - 16.30 WIB.Ya kalau melihat dari peta atau dari software MAPS.ME sudah ada gambaran di mana lokasi tempat kegiatan tersebut.

 Lumayan capek juga sih, karena tanggal 8 -9 Agustus baru saja melaksanakan Persami SMP Negeri 2 Pengadegan. Sedangkan tanggal 11 sampai ke rumah pukul 17.30. Kok sampai sore? Pulang sekolah langsung mengikuti rapat dengan anggota BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Tim 05 Purbalingga. Habis rapat menjembut ibu di terminal yang baru datang dari Kebumen.

Sampai di rumah, mengurusi anak lanang sampai tuntas, kemudian malam sekitar jam 20.00 WIB ke rumah teman (bendahara sekolah) bincang-bincang (sedikit-dikit nggarap) beberapa laporan yang belum selesai. Sekitar jam 22.30 WIB pamit dan pulang di rumah. Sampai rumah siap-siap, packin

g, bersih-bersih segala macam dan selesai jam 01.30 WIB. Tidur meski tidak nyenyak dan bangun jam 05.30 WIB. Sholat dan sebagainya..jam 06.00 sudah siap. Targetnya memang agar sampai di terminal Purbalingga bisa ikut bus sekitar pukul 07.00.

Masalah baru muncul, ketika anak-anak kesayangan berkeberatan saya pergi sendiri (baca mereka mau ikut). Akhirnya keberangkatanku menjadi tertunda. Dari pada gugup, akhirnya aku berinisiatif naik motor. Ya..melenceng dari rencana semula untuk naik bus umum. Meski begitu, aku menikmati sekali karena bisa lebih santai berangkatnya, Jam 09.00 WIB kurang sedikit aku berangkat (dua anak saya masih sekolah), Lewat Bukateja yang baru dicor jalannya, Bannjarnegara, Wonosobo, Kretek, Temanggung dan akhirnya lewat Sumowono - Bandungan keluar di Ungaran. Niatnya sih mau lewat jalur bus, tetapi akhirnya lewat Sumowono sambil mengingat kembali perjalanan kurang lebih 1 setengan tahun lalu lewat daerah situ untuk pertama kalinya, Jujur pas dulu,.agak maras, kok gak sampai jalan utama padahal rasanya sudah sangat jauh mengendara. Perjalanan yang sekarang sih sudah sedikit santai.

Memasuki Ungaran, berhenti dulu di POM Bensin, sholat dhuhur + sholat Asyar (dijamak). Perut yang semakin keroncongan tak kupedulikan. Rasanya tidak bakal bisa makan kalau belum sampai tujuan..Kulanjutkan perjalananku. Banyumanik..Ngesrep..Jatingaleh..Metro..terus lurus. Kemudian ada pertigaan satunya ke arah Simpang Lima satunya ke arah Johar. Aku ambil jalan ke arah Johar...nah di sini kekeliruan jalur mulai muncul. Ya berdasarkan peta/maps yang kupunya dan dari tanya beberapa teman, posisinya dari Simpang Lima ke arah timur....terus..terus..kemudian carilah Jalan Supriyadi. Kalau naik bus ya minta turun di pertigaan Supriyadi. Kalau pakai taxi sih langsung ke tujuan.

Aku ambil arah Johar (kalau pengin aman sih ikuti arah ke Simpang Lima)..sedikit-dikit ambil resiko nyasar. Nyata...malah bablas. Tanya sama tukang parkir ya sudah bablas saja..ketemu bundaran muter, hitunglah lampu merah ke-5 kemudian belok kanan. Kususuri jalan yang dimaksud, tanya sama tukang parkir lagi ya...tinggal lampu merah ke-2 belok kanan. Ya oke..akhirnya sampai juga ke Gedung Pusdiklat BKK. Check ini. Dapat nasi box. Ngamar. Sekitar jam 15.20 WIB saat itu.

Siap-siap dan alhamdulillah bisa mengikuti Pembukaan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Pengelola Laboratorium IPA, meskipun dapat duduk di bagian belakang. Posisi kamarku di nomerku 2, di lobby 19 lantai 2 bareng teman dari Boyolali dan Magelang Kota, Ya seneng juga sih..dapat teman baru. (bersambung)

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 3:49 PM

Thursday, July 23, 2015

Pengantar Sains Bagi Pemula

Sains perlu diajarkan sejak dini. Sains ini pun diajarkan secara menyenangkan. Sains diberikan menggunakan contoh-contoh konkret yang ada dalam keseharian.

Amati gambar di samping. Kita paham, kalau itu gambaran dari pencemaran lingkungan. Anak-anak pun tahu kalau itu gambaran pencemaran udara. Tetapi apakah pengetahuan seperti itu cukup memberikan kesadaran agar anak-anak kita tidak melakukan hal sama.


Memahami sains sekaligus menggunakannya secara bijaksana. Sehingga anak-anak kita pun semakin peduli dengan lingkungan. Tidak mau membuang sampah sembarangan. Tidak sembarang mengkonsumsi makanan yang tidak jelas bahannya. Selain itu, dengan berlandaskan pengetahuan sains yang diterimanya, anak-anak dimungkinkan mampu membuat berbagai model alat-alat yang berguna demi kemudahan belajar sains.

Sains harus membumi. Tidak saatnya lagi konsep sains berada di awang-awang. Sains adalah milik kita semua. Sains bukan hanya bisa dikuasai/dipelajari oleh orang-orang yang punya intelektual yang baik.

Berikut materi sains yang perlu diketahui sebagai dasar untuk belajar sains pada tahap berikutmya.
Fisika dalam Kehidupan Kita
  • Apa itu Fisika?
  • Besaran dan Pengukuran
  • Wujud Zat
  • Suhu dan Kalor
  • Gerak
  • Gaya
  • Energi dan Daya
  • Pesawat Sederhana
  • Getaran, Gelombang, dan Bunyi
  • Cahaya
  • Alat Optik
  • Listrik Statis
  • Energi dan Daya Listik
  • Magnet
  • Elektromagnet
Fisika Bumi dan Antariksa dalam Kehidupan Kita
  • Tata Surya
  • Alam Semesta
  • Matahari
  • Bumi
  • Atmosfer Bumi
  • Hidrosfer
  • Litosfer
  • Bencana Alam Kebumian
Kimia dalam Kehidupan Kita
  • Apa itu Sains Kimia?
  • Atom, Ion, Molekul
  • Pemisahan Campuran
  • Reaksi Kimia
  • Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
  • Asam, Basa, Garam
  • Bahan Kimia dalam Rumah Tangga
  • Bahan Kimia pada Makanan
  • Zat adiktif dan Psikotropika
  • Kimia Karbon
Biologi dalam Kehidupan Kita
  • Apa itu Sains Biologi?
  • Ciri-Ciri Makhluk Hidup
  • Klasifikasi Makhluk Hidup
  • Organisasi Kehidupan
  • Ekosistem
  • Sistem dalam Kehidupan Tumbuhan
  • Sistem Gerak pada Manusia
  • Sistem Pencernaan Manusia
  • Sistem Pernapasan Manusia
  • Sistem Peredaran Manusia
  • Sistem Ekskresi Manusia
  • Sistem Reproduksi Manusia
  • Sistem Saraf dan Indra Manusia
  • Adaptasi dan Seleksi Alam
  • Pewarisan Sifat
  • Teknologi Reproduksi dan Bioteknologi

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 10:06 PM

Wednesday, July 22, 2015

Percobaan Sains

Eksperimen / Percobaan Sains
Sumber : www.sheknows.com
Percobaan IPA atau dalam bahasa yang lebih keren  eksperimen sains haruslah menjadi inti dalam pembelajaran IPA/sains. Dengan melakukan percobaan ini diharapkan kita bisa membuat pemahaman yang lebih baik lagi menyangkut konsep-konsep IPA. Seperti pada gambar di samping, seorang anak yang sedang mengamati suatu obyek menggunakan mikroskop. Roman mukanya pun berseri-seri yang menunjukkan bahwa bahwa banyak hal yang menyenangkan ketika mempelajari sains. 


Meskipun demikian, dalam melakukan eksperimen/percobaan sains, tidak selalu menggunakan alat-alat yang mahal atau canggih. Bisa juga menggunakan peralatan sederhana yang kita buat sendiri maupun dari barang-barang bekas. 

Di perpustakaan sekolah sendiri, banyak ditemukan buku-buku yang membahas tentang percobaan-percobaan tentang sains. Belum lagi kalau kita browsing di internet, tak terkira banyaknya yang membahas mengenai percobaan/eksperimen sains.

Berikut ini adalah buku-buku mengenai percobaan/eksperimen sains ditemukan di perpustakaan sekolah tempat saya belajar dan mengajar :

Seri Sains untuk Pemula
Sains buat pemula
Buku ini berupaya memperkenalkan sains melalui berbagai percobaan yang menyenangkan. Melalui buku ini, kita diajak belajar berpikir, belajar kreatif, belajar bekerja sama, belajar aplikasi teknologi, dan agar lebih mencintai sains.
Ada 10 seri dari buku ini, yaitu :
  1. Mari Bermain Gerak
  2. Mari Bermain Keseimbangan
  3. Mari Bermain Kelembaman dan Gesekan
  4. Mari Bermain Pesawat Sederhana
  5. Mari Bermain Bunyi
  6. Mari Bermain Cahaya
  7. Mari Bermain Listrik Statis
  8. Mari Bermain Magnet
  9. Mari Bermain Elektromagnetik
  10. Mari Bermain Molekul
82 Percobaan Alam : Selangkah Demi Selangkah
82 Percobaan Alam : Selangkah Demi Selangkah
Buku ini merupakan buku edisi terjemahan tentang berbagai percobaan sains. Tema-tema yang dibahas pada buku ini meliputi :
  • Dunia Sekitar Kita
  • Kehidupan Air
  • Kehidupan Tanah
  • Tumbuhan dan Pertumbuhan
  • Bunga
  • Pohon
  • Hewan Kecil
  • Burung-Burung
  • Tubuh Manusia
Seri Percobaan SainsSeri Percobaan Sains
Buku Seri Percobaan Sains ini ada beberapa judul, yaitu :
  1. Seri Percobaan Sains 1 : Percobaan Terhadap Air
  2. Seri Percobaan Sains 2: Percobaan terhadap Cahaya
  3. Seri Percobaan Sains 3: Percobaan terhadap Listrik
  4. Seri Percobaan Sains 4: Percobaan terhadap Magnet
  5. Seri Percobaan Sains 5: Percobaan terhadap Udara dan Bunyi 
  6. Seri Percobaan Sains 6: Percobaan terhadap Zat 

90 Eksperimen
90 Percobaan SainsBuku ini merupakan buku terjemahan dari 365 Experimenten Fur Jeden Tag. Ada 90 percobaan yang terbagi dalam 4 kategori,    yaitu :
  1. Perlambatan, Keadaan Diam, atau Pergerakan
  2. Hangat, Panas, dan Pendinginan
  3. Angi, Kilat, dan Guntur
  4. Mengenal Serangga
Tentunya masih puluhan bahkan ratusan sumber belajar sains yang lain. Terkait dengan eksperimen sains, setelah membaca buku-buku tentang hal tersebut, kita coba untuk mempraktekannya. Sehingga pemahaman kita tentang sains akan lebih baik lagi. Saat melakukan percobaan mungkin saja kita mengalami kegagalan atau kesalahan. Kita bisa mencobanya, mendiskusikan dengan teman kita atau bertanya pada orang tua atau guru. Bisa saja, kita yang salah atau panduan dari buku yang salah. Dan alangkah baiknya juga, kita bisa berpikir untuk membuat percobaan sains yang lebih kreatif dan menantang. 



Sumber : Percobaan Sains
Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 10:05 PM

Tuesday, July 21, 2015

Belajar Sains yang Atraktif

Belajar Sains yang Atraktif ini merupakan cara belajar sains yang ditawarkan oleh buku"Dari Galileo sampai Einsten", seperti yang dituliskan oleh Chalis Setyadi.

Ada 5 cara untuk belajar sains yang atraktif, meliputi :
1. Belajar sains dengan melakukan percobaan
2. Belajar sains dengan  membaca buku
3. Belajar sains dengan mengamati alam sekitar
4. Belajar sains dengan praktik lapangan
5. Belajar sains dengan alat peraga visual.
Tentunya ke-5 cara belajar sains ini bisa dilakukan secara bersama-sama maupun secara terpisah menyesuakan diri dengan topik yang akan dibahas. Misalnya dalam melakukan percobaan membuat model kapal uap, kita bisa menggabungkan dengan buku-buku fisika yang membahas konsep tekanan, hukum aksi reaksi maupin perubahan energi. Demikian juga sebelum melakukan percobaan-percobaan yang kompleks bisa terlebih dulu melihat video tutorial pada alat peraga visual sehingga sebelum melakukan percobaan sudah mempunyai gambaran awal yang lebih baik.

1. Belajar sains dengan melakukan percobaan
Melakukan berbagai percobaan merupakan salah satu cara terbaik dalam belajar sains. Dalam melakukan percobaan kita dilatih untuk melakukan berbagai tahapan agar tercapai tujuan yang ditargetkan. Misalnya kita melakukan percobaan mengenai cacat mata. Dengan menggunakan susunan lensa maupun layar, kita harus membuktikan bahwa untuk rabun dekat misalnya kita susun sedemikian rupa sehingga didapatkan titik dekat mata penderita tersebut. Setelah itu kita perlu memanipulasi percobaan sedemikian rupa agar bayangan terbentuk di belakang layar (sebagai retinanya). Selanjutnya kita menambahkan lensa cembung sedemikian hingga bayangan akhirnya menjadi jelas dan tepat di layar (retina). Lumayan bukan? Bukan sekedar menghapalkan tetapi akhirnya benar-benar memahami konsep fisika dengan benar.

2. Belajar sains dengan  membaca buku
Membaca buku pun bisa menjadi cara yang efektif dalam belajar sains. Ada kalanya kita tidak mungkin melakukan percobaan dalam waktu yang singkat atau mungkin tidak memiliki alat yang dibutuhkan, baik karena langka maupun harganya yang tidak terjangkau. Atau kita sekedar membutuhkan data-data percobaan dengan cepat baik sebagai pembanding maupun data utama. Nah pada saat itulah, kita membutuhkan berbagai buku maupun berbagai jurnal. Buku dan jurnal ini tentunya harus dapat dipertanggungjawabkan isinya.

3. Belajar sains dengan mengamati alam sekitar
Alam sekitar akan menjadi tempat belajar yang menarik, murah, dan bermakna ketika kita mau merencakanan dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar sains. Misalnya, adanya pelangi setelah hujan. Kita amati dan kita pikirkan apa yang menjadi penyebabnya, Ataukah ketika melihat air sungai yang tercemar. Kita mengamati dan menganalisa. Apa penyebab kotornya sungai tersebut? Bagaimana dampaknya bagi kehidupan ikan, katak, tumbuhan dan bahkan manusia? Bagaimana cara mengatasi tercemarnya sungai itu? Dan tentunya banyak pertanyaan lain yang bisa buat. Kuncinya adalah kita harus mau melakukan pengamatan secara sungguh-sungguh dan memunculkan sikap selalu ingin tahu serta kritis terhadap segala sesuatunya.

4. Belajar sains dengan praktik lapangan
Adakalanya kita belajar sains melalui praktik lapangan. Misalnya dengan melakukan kunjungan ke taman kota, kebun binatang, pabrik pengolahan limbah, pabrik jamu, pabrik pengolahan logam, sungai, danau, pantai, berbagai museum, taman pintar dan tempat lain. Tentunya segala sesuatunya harus direncanakan terlebih dahulu, Pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan maupun dicari jawabnnya sudah disiapkan. Target/tujuan jelas. Sehingga kegiatan yang ditargertkan akan tercapai secara efektif dan efisien. Karena banyak sekali kegiatan kunjungan/wisata/study tour yang akhirnya hanya membuang-buang waktu atau sekedar refreshing semata.

5. Belajar sains dengan alat peraga visual.
Berbagai alat peraga visual dapat kita manfaatkan dengan baik sehingga kita mempunyai gambaran yang lebih nyata. Misalnya model tata surya yang dibuat baik melalui simulasi/animasi komputer maupun model nyata akan menjadikan kita lebih jelas lagi dalam mengamati lintasan/orbit planet ketimbang melalui penjelasan dari guru atau buku.
Selain alat peraga yang dibuat baik menggunakan versi digital (video, animasi, simulasi dan sejenisnya) maupun model biasa (non digital) kita juga bisa memanfaatkan alat yang asli, misalnya melakukan kunjungan ke pabrik. Dan jangan lupakan alam semesta, seperti berbagai jenis batuan, hutan, sawah, perkebunan dan tempat lain merupakan "alat peraga visual" yang sangat baik. Bukan sekedar "alat peraga sebagai model" tetapi benar-benar asli.

Demikian dulu postingan mengenai cara belajar sains yang atraktif semoga bermanfaat dan bisa menjadi motivasi untuk terus belajar sains.
Sumber : Belajar Sains yang Atraktif
Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 10:03 PM

Monday, July 20, 2015

Rahasia Sehari-hari

Salah satu cara mempelajari sains, khususnya untuk pemula atau tingkat dasar dapat dimulai dengan mengenal berbagai benda dan kejadian yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kejadian atau peristiwa dalam keseharian bukan sekedar sesuatu yang dibiarkan terjadi tetapi dengan penuh ketekunan, kita bisa banyak belajar mengenai berbagai pengetahuan dan sekaligus melakukan berbagai percobaan-percobaan sederhana dan perbandingan. Setiap orang, tidak terbatas pada umur, dapat menemukan rahasia dalam kehidupan sehari-hari dan sekaligus memecahkannya. Kuncinya hanya satu, yaitu ada keinginan yang besar untuk mau memahami/mengetahui sesuatu.

Berbagai kejadian atau peristiwa yang terkait dalam sains meliputi berbagai hal, seperti berikut ini :

  1. Botani
  2. Kimia
  3. Listrik
  4. Gesekan
  5. Titik berat
  6. Tuas
  7. Kelembaman
  8. Gaya apung
  9. Gaya molekul
  10. Panas
  11. Hantaran panas
  12. Es
  13. Tekanan udara
  14. Aliran
  15. Bunyi
  16. Optik
  17. Pemantulan
  18. Pembelokan cahaya
  19. Mata
  20. Geometri
Dalam buku Rahasia Sehari-hari (edisi terjemahan) dari Hans Jurgen Press, dari kedua puluh bagian tersebut ada 125 kejadian atau peristiwa yang terkait dengan sains disertai berbagai percobaan sederhana dan perbandingan sederhana untuk menguak rahasia dibalik semua itu.

Contoh sederhana yang berjudul "Pengaruh matahari" diceritakan sebuah mobil meluncur di jalan pedalaman dari arah utara ke selatan pada suatu hari di musim semi (Eropa). Salah seorang penumpang begitu kagum dengan indahnya pemandangan pohon-pohon apel yang sedang berbunga di pinggir jalan. Tetapi penumpang lainnya mengatakan bahwa jika kita melewati arah yang berlawanan (selatan ke utara) maka akan didapatkan pemandangan yang lebih menakjubkan.

Karena mobil yang ditumpangi mereka dari arah utara ke selatan, maka hanya bagian utara dari saja yang teramati. Tumbuhan-tumbuhan yang ke arah selatan memiliki cabang yang jauh lebih panjang, daun lebih rimbun serta bunga lebih banyak karena sinar matahari leluasa mengenai bagian itu. Begitu juga lingkaran tahunan dalam batangnya pada sebelah selatan lebih lebar dan lebih banyak jaringan untuk menyalurkan air dan zat makanan.

Buku Rahasia Sehari-hari dari Hans Jurgen Press, akan menjadi salah satu buku yang digunakan untuk mempelajari sains bagi pemula, khususnya pada blog sains media ini. Memang untuk saat ini, kami masih mengumpulkan berbagai referensi yang bisa berisi berbagai pengetahuan-pengetahuan tingkat dasar.

Sumber :

Belajar Sains dari Rahasia Sehari-hari

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 9:59 PM

Sunday, July 19, 2015

Percobaan Sederhana Tentang Waktu

Percobaan Sederhana Tentang Waktu
Buku Percobaan Sederhana Tentang Waktu dengan bahan Sehari-hari ini berisi berbagai percobaan-percobaan yang berhubungan dengan waktu mulai dari alat-alat yang kuno dan sederhana sampai yang modern dan canggih. Masalah waktu ini sangat mendasar sekali, terkait dengan fenomena alam seperti perputaran bumi pada porosnya maupun gerakan matahari mengelilingi matahari.

Buku Percobaan Sederhana Tentang Waktu ini menjadi salah satu referensi untuk mempelajari sains dengan cara menarik, sederhta.ana dan menyenangkan. Seperti bagaimana membuat jam air, jam bintang, jam matahari maupun percobaan lain dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar kita.
Sebelum ditemukannya arloji/jam dari yang sederhana sampai jam atom yang canggih manusia zaman dahulu sudah bisa mengukur waktu meski tidak seakurat zaman sekarang. Misalnya saja mengamati fase bulan maupun pergerakan matahari dan bintang. Dengan berpegangan pada pergerakan benda-benda langit, nenek moyang kita dapat mengetahui kapan mulai  menanam dan kapan mulai memanen.

Nenek moyang kita pun dapat memperkirakan waktu dengan melihat tinggi dan panjang bayangan yang dihasilkan dari sinar matahari. Secara sederhana pun kita bisa memperkirakan bukan? Misal ketika matahari tepat di ubun-ubun saat itu sekitar pukul 12.00 atau ketika bayangan mulai miring ke arah timur kita bisa memperkirakan kalau sudah pukul 14.00.

Lantas, bagaimana nenek moyang kita melakukan pengukuran waktu saat malam hari? Tanpa adanya bayangan matahari, mereka menggunakan berbagai alat dan bahan yang ada di rumah, misalnya menggunakan minyak, dupa atau lilin. Kok bisa? Mungkin di film-film kita pernah menyaksikan dupa dibakar untuk membatasi waktu. Misalnya ada seseorang yang harus mencari seseorang ataupun apa saja tetapi dibatasi oleh nyala dupa. Ketika dupa tersebut mati, dan orang tersebut belum mendapatkan apa yang diperintahkan kepadanya maka orang tersebut dikatakan gagal dalam melaksanakan tugas.

Atau juga kita bisa melihat di film adanya jam pasir. Pasir yang dimasukkan ke dalam sebuah wadah, kemudian wadah itu dibalik sehingga pasir tadi jatuh pelan-pelan sampai akhirnya lama-lama habis.

Demikian seterusnya, penemuan-penemuan tentang waktu akan terus berkembang. Seperti ditemukannya arloji biasa, kemudian ada jam digital. jam dalam bentuk software (di komputer, handphone dan sejenisnya), jam listrik, jam atom, jam kristal dan sebagainya.

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 9:56 PM

Saturday, July 18, 2015

Dari Galileo Sampai Einstein

Buku Dari Galileo Sampai Einstein
Buku Dari Galileo Sampai Einstein ditulis oleh Chalis Setyadi dengan maksud untuk meningkatkan mutu pengajaran ilmu pengetahuan (sains) melalui berbagai pengamatan dan eksperimen. Pengenalan sains ini memang harus dimulai sejak dini (pra sekolah), tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK bahkan sampai Perguruan Tinggi.

Pengenalan sains baik melalui pengamatan dan eksperimen bukanlah hal yang mudah meskipun tidak bisa dikatakan sulit jika ada bahan ajar yang bagus, menarik dan sederhana. Sederhana  menjadi hal yang penting dalam arti kegiatan pengamatan maupun rancangan eksperimen dapat dilakukan oleh kebanyakan siswa/guru serta kesediaan alat atau bahannya mudah didapat.

Dalam buku ini ditawarkan 5 cara belajar sains secara atraktif, yaitu belajar sains melalui :
- percobaan
- membaca buku
- pengamatan alam sekitar
- melalui praktek lapangan
- alat peraga visual
Cara belajar sains dengan kelima cara tersebut selaras dengan teori konstruktvisme yang memandang pengetahuan bukanlah sesuatu yang didapat begitu saja dari guru/pembimbing tetapi hasil konstruk dari siswa itu sendiri. Tugas guru/pembimbing hanyalah memfasilisi agar tujuan pembelajaran yang diharapan akan tercapai dengan meminimalkan berbagai kesalahan konsep/miskonsepsi.

Dalam buku ini juga dipandu cara membuat alat pengukur massa baik menggunakan neraca maupun timbangan dacin. Berbagai alat-alat percobaan yang penting juga dikenalkan seperti tiruan vernier, kaki tiga sederhana, alat untuk mandi uap, pemanas, kalorimeter, statif dari kayu, generator gas otomatis, peralatan listrik untuk memotong botol dan tabung kaca dan lain-lain.
Yang penting dalam pembuatan alat-alat percobaan ini adalah menggunakan bahan-bahan yang banyak ditemukan di sekitar dengan tetap mempertahankan kualitas dari alat tersebut.

Berbagai percobaan yang dibahas di buku ini meliputi pengamatan terhadap tumbuhan (akar, batang, daun, buah dan biji), pengamatan terhadap bakteri, jamur, ragi, berbagai hewan, pengamatan terhadap berbagai batuan dan mineral, pengamatan terhadap udara dan sebagainya.
Di dalam percobaan-percobaan yang dilakukan menggunakan berbagai alat yang dapat dibuat sendiri. Misalnya pembuatan osmometer sederhana untuk mengamati pertumbuhan akar, pembuatan jam matahari, pembuatan model bumi dan bulan sederhana dan lain-lain.

Ya..kapan lagi kita bisa belajar sains secara menyenangkan sampai akhirnya kita menjadi termotivasi untuk terus belajar secara mandiri. Semoga kita bisa menjadi penerus para ilmuwan kelas dunia seperti Archimedes, Galileo, Newton, Darwin, Pascal, Einstein, Hawking dan banyak lagi. Tidak bisa menyamai mereka mungkin saja. Tetapi semangat untuk terus belajar, tidak mudah menyerah/putus asa serta kreatif menggunakan segenap kemampuan otak kita adalah hal yang utama.

Selamat belajar.



Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 8:38 PM

Friday, July 17, 2015

Cara Menggambar Vektor Gaya Coulomb

 

Sebagai besaran vektor, gaya Coulomb dapat digambarkan seperti halnya kalau kita menggambar resultan dari dua gaya atau lebih.

Yang perlu diperhatikan di sini adalah jika muatannya sejenis maka akan tolak-menolak dan jika muatannya tak sejenis akan tarik menarik. Artinya harus ada kesesuaian antara sifat tersebut dengan gambar yang dihasilkan nanti. Selanjutnya vektor gaya Coulomb F diletakkan pada garis hubung dari kedua muatan tersebut.

Cara Menggambar Vektor Gaya Coulomb

F12 adalah gaya Coulomb pada muatan 1 yang dikerjakan pada muatan 2 dan F21 adalah gaya Coulomb pada muatan 2 yang dikerjakan pada muatan 1. Kedua gaya ini merupakan pasangan aksi reaksi, sehingga berlaku F12 = - F21 dan F12 = F21 = F.

Gambar vektor gaya Coulomb di atas berturut-turut untuk (a) dan (b) jika muatannya saling tolak menolak dan gambar (c) jika muatannya saling tarik-menarik.

Pertanyaan yang muncul selanjutnya bagaimana jika letak muatan-muatannya tidak segaris?

Untuk selanjutnya dimisalkan ada muatan Q (positif) yang berada pada jarak a dari muatan q1(negatif) dan berjarak b dari muatan q2 (positif). Dengan Q, q1 dan q2 seperti pada gambar. Bagaimana gambar vektor gaya Coulomb yang dialami muatan Q tersebut.

Misalnya letak muatan Q, q1 dan q2 adalah sebagai berikut.

Cara Menggambar Vektor Gaya Coulomb

Maka vektor gaya Coulombnya dapat digambarkan sebagai berikut.

Muatan Q yang positif akan ditarik oleh q1 yang bermuatan negatif (arah gaya Coulomb ke atas). Muatan Q yang positif akan ditolak oleh muatan q2 yang positif juga (arah gaya Coulomb ke kiri). Sehingga diperoleh resultan F (lihat gambar berikut).

Cara Menggambar Vektor Gaya Coulomb

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 4:49 PM

Saturday, July 4, 2015

Hukum Coulomb

Pada postingan sebelumnya kita telah mengetahui bahwa salah satu sifat muatan adalah akan tarik-menarik atau tolak menolak. Besarnya gaya tarik-menarik atau tolak menolak ini dihitung pertama kali oleh Charles Augustin Coulomb (1736 – 1806). Alat yang digunakan oleh Coulomb waktu itu mirip dengan neraca Cavendish.

Menurut hukum Coulomb, besarnya gaya tarik-menarik atau tolak-menolak yang disebabkan oleh muatan-muatan ini tergantung pada besar masing-masing muatan dan berbanding terbalik dengan jarak kedua muatan tersebut.

yang artinya harga mutlak q, atau q selalu positif.

k = konstanta = 8,98755178737 x 109 N.m2/c2 = 9 x 109 N.m2/c2

q = muatan (Coulomb)

r = jarak kedua muatan (m)

Konstanta k sering juga dituliskan sebagai

Dengan e0 disebut sebagai permitivitas ruang hampa yang besarnya

e0 = 8,85418781762 x 10-12 C2/N.m2

Hukum Coulomb ini berlaku untuk berlaku untuk benda-benda bermuatan yang berukuran kecil (muatan titik) yang terpisahkan pada jarak yang relatif jauh dibanding ukuran benda tersebut.

Gaya Coulomb sebagai vektor

Sebagai salah satu gaya maka gaya Coulomb ini juga merupakan besaran vektor. Yaitu selain memiliki besar, gaya Coulomb ini juga mempunyai arah. Tentunya jika sebuah muatan didekatkan dengan muatan yang muatannya sejenis akan berbeda arah gayanya jika didekatkan dengan muatan yang berbeda jenis.

Untuk sistem yang terdiri dari banyak muatan. Gaya yang bekerja pada q1 adalah

F1 = F12 + F13 + F14 + ….

Contoh

Tiga buah muatan positif diletakkan pada koordinat (0,0), (3,0) dan (6,0) dari suatu sistem koordinat (dalam meter). Jika muatan masing-masing besarnya 2mC, 3mC, dan 4mC. Tentukan besar gaya yang bekerja pada 3mC? (gunakan k = 9 x 109 Nm2/C2).

Penyelesaian :

Arah gaya-gaya yang bekerja pada muatan 3mC ditunjukkan pada gambar berikut.

Hukum Coulomb

F21 adalah gaya yang bekerja pada muatan 2 karena pengaruh muatan 1.

F23 adalah gaya yang bekerja pada muatan 2 karena pengaruh muatan 3.

F2 = F21F23 (bentuk vektor)

F2 = F21 – F23 (bentuk skalar)

Hukum Coulomb

Hukum Coulomb

Hukum Coulomb

Bahan Bacaan :

Surya, Yohanes. 1996. Olimpiade Fisika. Teori dan Latihan Fisika Menghadapi Masa Depan. PT Primatika Cipta Ilmu.

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 2:27 AM

Monday, June 29, 2015

Sifat – Sifat Muatan Listrik

 

Sebuah penggaris plastik yang digosok-gosokan pada rambut akan mampu menarik kertas-kertas kecil yang ada di dekatnya. Demikian juga sebuah balon yang sebelumnya digosok-gosokan pada kain wol akan menempel pada tembok.

Mengapa hal ini terjadi?

Kemampuan plastik dalam menarik kertas-kertas kecil maupun balon yang menempel pada tembok dikarenakan plastik dan balon tersebut telah menjadi benda yang bermuatan listrik.

Terkait dengan itu, dapat dijabarkan sifat-sifat muatan listrik, sebagai berikut :

1. Ada dua jenis muatan listrik , yaitu muatan positif dan muatan negatif

2. Muatan-muatan yang sejenis akan tolak-menolak dan muatan yang berbeda jenis akan tarik-menarik

3. Muatan bersifat kekal artinya muatan tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Ketika suatu benda digosok dengan benda lain, tidak ada muatan yang tercipta. Yang terjadi adalah perpindahan muatan dari benda yang satu ke benda yang lain.

Misalnya pada yang kaca digosok dengan sutra. Muatan negatif (elektron) akan mengalir dari kaca ke sutra. Akibatnya kaca akan menjadi bermuatan positif dan sutra menjadi bermuatan negatif. Kalau dihitung jumlah muatan totalnya ya sama saja.

4. Muatan terkuantisasi yang artinya muatan listrik dari suatu partikel atau benda merupakan kelipatan terkecil (muatan “fundamental”) e.

Secara umum muatan q dituliskan sebagai q = Ne, dengan N adalah bilangan bulat.

Satuan muatan dalam SI adalah Coulomb. Satuan ini diturunkan dari satuan besaran pokok arus listrik dan waktu atau dapat dituliskan :

1 coulomb = 1 Ampere. Detik

Berikut adalah tabel muatan dan massa elektron, proton, dan neutron

Partikel

muatan (C)

Massa (kg)

Elektron e

-1,6022 x 10-19

9,1094 x 10-31

Proton p

+1,6022 x 10-19

1,67262 x 10-27

Neutron

0

1,67493 x 10-27

Suatu atom terdiri dari proton, neutron dan elektron. Jumlah proton dan elektron dari suatu atom adalah sama. Dikatakan atom tersebut netral. Misalnya atom hidrogen terdiri dari 1 proton dan 1 elektron. Atom helium terdiri dari 2 proton, 2 elektron, dan 2 neutron.

Sifat muatan listrik

Sifat muatan listrik

Atom dapat menjadi bermuatan positif atau negatif dengan cara melepaskan atau menerima elektron. Ketika atom tersebut melepaskan elektron, maka atom akan kekurangan elektron (jumlah elektronnya lebih kecil dari jumlah protonnya). Dikatakan atom tersebut menjadi bermuatan positif. Sebaliknya jika atom tersebut menerima elektron, maka atom tersebut akan kelebihan elektron (jumlah elektron lebih besar dari jumlah proton). Dikatakan atom tersebut bermuatan negatif.

Atom yang bermuatan listrik ini selanjutnya dinamakann ion.

Bahan Bacaan :

Surya, Yohanes. 1996. Olimpiade Fisika. Teori dan Latihan Fisika Menghadapi Masa Depan. PT Primatika Cipta Ilmu.

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 8:16 PM
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...