Saturday, February 13, 2016

Istilah-Istilah dalam Pewarisan Sifat

Istilah-istilah dalam pewarisan sifat perlu kita pahami dengan baik sebelum lebih jauh mempelajari materi persilangan/pewarisan sifat. Istilah-istilah tersebut misalnya  induk/parental, keturunan/filial, dominan, resesif, intermediat, homozigot, heterozigot dan sebagainya.

Parental (P) artinya induk atau tetua
Filial (F) artinya keturunan yang dihasilkan dari perkawinan induknya (anak)
Genotipe artinya susunan gen di dalam kromosom suatu individu. Genotipe ini tidak nampak dari luar. Contohnya pada tumbuhan antara lain gen pembawa warna bunga, gen pembawa bentuk biji, dan gen pembawa rasa. contoh genotipe pada hewan antara lain gen pembawa warna bulu atau rambut dan gen pembawa ukuran tubuh. Contoh genotipe pada manusia antara lain gen pembawa warna kulit, gen pembawa bentuk rambut dan gen pembawa warna rambut. Genotipe dalam individu ini dilambangkan dengan dua huruf karena setiap individu umumnya bersifat diploid. Misalnya MM dan Mm.
Fenotipe artinya sifat yang tampak  atau muncul pada suatu individu dan dapat diamati dengan panca indera. Contoh fenotipe pada tumbuhan diantaranya bentuk buah, rasa buah, warna bunga, bentuk biji, bentuk batang dan ukuran batang. Contoh fenotipe pada hewan antara lain warna bulu atau rambut, ukuran tubuh, dan bentuk tubuh. Contoh fenotipe pada manusia antara lain warna rambut, bentuk rambut, warna kulit, bentuk telinga dan bentuk hidung.
Fenotipe dua individu bisa sama, tetapi genotipenya belum tentu sama, misalnya bunga berwarna merah genotipenya bisa MM atau Mm.
Homozigot artinya individu yang genotipenya terdiri dari pasangan gen yang sama, misalnya MM, KK dan sebagainya.
Heterozigot artinya individu yang genotipenya terdiri dari pasangan gen yang tidak sama, misalnya Mm, Kk dan sebagainya.
Dominan adalah suatu sifat yang mengalahkan sifat yang lainnya dan tampak dalam keturunannya. Misalnya dalam persilangan antara bunga berwarna merah dan putih ternyata menghasilkan tumbuhan berwarna merah. Dalam hal ini, gen pembawa warna merah bersifat dominan dan gen pembawa warna putih bersifat resesif. Gen yang bersifat dominan ini dilambangkan dengan huruf besar atau kapital.
Resesif adalah sifat yang terttutupi atau dikalahkan dari gen pasangannya. Gen yang bersifat resesif ini dilambangkan dengan huruf kecil.
Intermediat adalah sifat yang memiliki kekuatan yang sama dan sama-sama muncul pada keturunannya. Misalnya dalam persilangan antara tanaman berwarna merah disilangkan dengan tanaman berwarna putih ternyata dihasilkan keturunan tanaman yang berwarna merah muda. Sifat merah muda ini merupakan percampuran dari induk yang berwarna merah dan induk berwarna putih yang sama-sama kuatnya.

Terkait dengan sifat intermediat ini, kita bersyukur sekali pencampuran dari sifat-sifat induknya terpadu secara merata. Bayangnya jika ada seorang anak yang memiliki rambut sisi sebelah kanan lurus sedangkan sisi kedua kiri keriting hanya gara-gara mewarisi gen dari pasangan orang tua yang berambut keriting dan satunya lurus.  Kalau gen dari orang tua berambut keriting dan berambut lurus yang muncul keturunan yang rambutnya berombak. Gitu kali ya..

Demikianlah istilah-istilah yang perlu diketahui sebelum mempelajai materi pewarisan sifat ini. Jangan lupa juga untuk menambah wawasan cari juga informasi tentang Gregor Johann Mendel atau Mendel sebagai Bapak Genetika.








Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 10:23 PM

Friday, February 12, 2016

Pewarisan Sifat : Gen

Pewarisan Sifat ini merupakan materi IPA Biologi kelas IX yang diajarkan pada semester genap. Dalam kehidupan sehari-hari kita tentunya sering melihat, menemukan bahkan mengamati kejadian sebagai berikut. Ada anak yang ternyata sama sekali tidak mirip sama sekali dengan orang tuanya. Akhirnya anak tersebut diejek alias diragukan anaknya siapa. Atau juga ada anak laki-laki malah miripnya sama ibunya, sedangkan anak perempuan mirip sama bapaknya. Atau juga kita melihat seekor kucing yang mirip-mirip dengan induknya, meskipun tidak semua.

Hal tersebut di atas bukti adanya pewarisan sifat yang diturunkan baik dari induk jantan dan induk betinanya. Dari kejadian itu, kemudian dikembangkan pada tanaman-tanaman agar diperoleh hasil seperti yang diinginkan.

Sebelum lebih jauh mendalami pewarisan sifat dengan Mendel sebagai tokohnya, marilah kita pahami dulu mengenai konsep gen.

Gen
Pewarisan Sifat :Gen - DNA

Gen dapat diartikan sebagai unit hereditas yang mengontrol sifat-sifat individu. Gen ini terbentuk dari asam deoksiribunukleat (ADN) atau deoxyribonucleic acid (DNA). Di dalam DNA ini informasi genetik dari suatu individu dapat diketahui. Pembahasan mengenai DNA akan dikupas lebih lanjut dalam postingan yang lain. DNA ini memiliki susunan kimia makromolekuler kompleks yang terdiri atas molekul gula pentosa (deoksiribosa), asam fosfat, dan basa nitrogen.





Kembali ke Gen. Dulu ada anggapan bahwa keturunan diwariskan melalui darah. Maka dikenal ada keturunan berdarah Cina, berdarah Eropa, berdarah Indonesia, berdarah Jawa dan seterusnya. Bahkan kalau di Indonesia dikenal keturunan berdarah biru alias berdarah ningrat. Ya kalau orang biasa justru yang normal ya..berdarah merah. Ternyata hal ini benar-benar keliru ya? Misalnya ada orang Indonesia yang mendapat transfusi darah dari orang Eropa, ya ternyata ajeg-ajeg saja tidak ada perubahan. Sekali Indonesia ya tetap Indonesia...hihihihi. Atau orang miskin/awam agar agak-agak seperti priyayi minta ditransfusi darah dari keturunan raja. Ya tetap saja darah biru dari keturuanan raja itu tidak bakal menular.

Kita tentunya telah memahami bahwa dalam perkembangbiakan generatif (kawin) diawali dengan peleburan antara inti sel kelamin jantan dan inti sel kelamin betina.  Di dalam inti sel terdapat kromosom. Di dalam kromosom inilah terdapat gen atau faktor pembawa sifat keturunan. Nah, jika keturunan yang dihasilkan merupakan hasil peleburan antara inti sel kelamin jantan dan sel kelamin betina tentunya sifat-sifat pada individu tersebut berasal atau membawa sifat-sifat dari kedua induknya.

Jika dalam sebuah keluarga yang terdiri dari 8 bersaudara, boleh jadi 8 anak berambut seperti ibunya, sedang yang 2 mirip bapaknya. Kalau ternyata tidak mirip dengan rambut kedua orang tuanya, bisa jadi dari induk sebelumnya (kakek neneknya) begitu seterusnya.  Seperti fenomena anak kembar. Dipercaya kalau ada anak kembar boleh jadi karena orang tuanya ada yang kembar atau kalau tidak ada kakek/neneknya yang kembar atau kalau tidak ada ya kakek/nenek buyutnya ada yang kembar dan begitu selanjutnya.

Untuk konsep kromosom akan dibahas pada postingan berikutnya. Selamat belajar.


Referensi : Sunarto et al. 2004. Sains Biologi Jilid 3 untuk Kelas 3 SMP dan MTs. Tiga Serangkai

Sumber gambar : http://www.genetica4kids.nl/Gen4kids-joomla/images/artikelen/DNA-Gen.jpg


Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 7:51 AM

Wednesday, October 21, 2015

Catatan Keuntungan Mekanis Bidang Miring

Dalam sebuah bincang-bincang dengan siswa saya mengenai pelajaran fisika baru aku menyadari bahwa dalam banyak hal banyak konsep dari mereka yang tidak sesuai dengan konsep yang ada.
Kesalahan ini boleh jadi, karena dalam mengajarkan kurang berhati-hati atau terlalu menganggap materi yang diajarkan cukup mudah. Atau terlalu fokus pada rumus, sehingga hal yang mendasar terlewatkan.
Seperti saat membahas bidang miring.
Karena terlalu fokus pada gambar, rumus, hubungan  antara panjang bidang miring, tinggi bidang miring, rumus keuntungan mekanis malah keliru dalam menafsirkan soal yang sederhana. Hal ini baru saya sadari ketika mereka harus memilih bidang miring mana yang memberikan keuntungan mekanis lebih besar (seperti gambar berikut).

Dalam satu kelas, tidak semua sepakat kalau bidang miring yang sebelah kanan memiliki keuntungan mekanis yang lebih besar.
Terutama siswa laki-laki atau siswa yang merasa memiliki kekuatan yang lebih. Mereka memilih gambar yang sebelah kanan, karena yang sebelah kanan lebih cepat untuk menaikan beban ke atas.
Ya, dipikir-pikir benar juga. Itu kalau bebannya ringan ya mendingan pakai yang kedua. Bahkan kalau perlu ndak usah pakai bidang miring.
Yang keliru dalam pikiran mereka adalah karena memisalkan bebannya kecil dan bidang miringnya hanya untuk menaikan beban yang tidak terlalu tinggi.
Atau secara ringkasnya rancu antara pengertian keuntungan mekanik dengan kecepatan melakukan usaha. Semakin pendek lintasan maka semakin untung. Tanpa memikirkan bebannya berat atau tidak.

Baru setelah dicontohkan kasus mereka harus menaikan beban yang cukup berat barulah tersadar bahwa dengan ketinggian yang sama, akan lebih nyaman menggunakan tangga/bidang miring yang lintasannya lebih panjang.
Tak terbayangkan juga kan, ketika bus mau mencapai puncak gunung dengan cara langsung tancap gas naik tanpa mau menggunakan jalanan yang melingkar. Dijamin gak bakal bus tersebut naik..bisa-bisa ngguling..masuk jurang...penumpangnya entah pergi ke alam lain yang mana.

Kebetulan di sekolah ada 2 tangga, yang satu lebih landai karena menghadap lapangan..dan satunya memang cukup curam karena keterbatasan lahan. Ya dari kedua tangga tersebut..siswa-siswa secara umum menganggap tangga yang landai (yang menghadap lapangan) lebih nyaman buat naik ketimbang tangga yang satunya. Nah lo...

Itulah keuntungan mekanis  murid-murid









Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 12:53 AM

Tuesday, October 20, 2015

KISI UN IPA Fisika SMP 2016 : Pengukuran (1)

Terkait dengan Kisi UN IPA Fisika SMP tahun 2016 dengan materi pengukuran, ada 3 hal yang akan dibahas :

1. Siswa mampu memahami tentang pengukuran

2. Siswa mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang pengukuran

3. Siswa mampu bernalar tentang pengukuran.

Ketiga hal tersebut berturut-turut didasarkan pada level kognitif pengetahuan dan pemahaman, level kognitif penalaran dan logika.

Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan besaran yang diukur dengan besaran lain yang menjadi satuan.

Misalnya :

1. Untuk mengisi air sebanyak 1 bak penuh dibutuhkan 100 ember air. Ember di sini dianggap sebagai satuan dari volume.

2. Untuk mengukur panjang tali kita menggunakan penggaris yang panjangnya 1 meter. Ternyata panjang tali tersebut panjang tali tersebut 2,5 nya dari panjang penggaris atau 2,5 meter. Meteran tersebut kita anggap sebagai satuan panjang.

Tentunya standar alat ukur harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1. Tetap, tidak mengalami perubahan dalam keadaan apa pun

2. Dapat digunakan secara internasional

3. Mudah ditiru

Sekarang marilah kita bahas standar dan alat ukur panjang, massa dan waktu

1. Standar dan Alat Ukur Panjang

Standar panjang internasional yang pertama kali dibuat adalah sebuah batang yang terbuat dari campuran platina-iridium yang disebut meter standar. Meter standar ini disimpan di Lembaga Berat dan Ukuran Internasional (The Internasional Bureau of Weights and Measures) Sevres, dekat Paris. Satu meter didefinisikan sebagai jarak antara dua goresan pada meter standar yang bersuhu 00C.

Standar meter tersebut tidak mudah ditiru dan tidak memadai sehingga diganti. Selanjutnya 1 meter didefinisikan sebagai 1 650 763,73 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom-atom gas krypton-86 pada suatu peristiwa lucutan listrik di ruang hampa.

Terakhir tahun 1983, satu meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa dalam selang waktu clip_image002sekon.

Alat ukur panjang dapat menggunakan mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrup.

Alat Ukur Panjang

Ketelitian

Kegunaan

Mistar

0,1 cm

Mengukur panjang sepeti meja, pensil dan sebagainya

Jangka sorong

0,01 cm

Mengukur dimensi dalam dan luar suatu benda,misalnya diameter dalam/luar cincin

Mikrometer sekrup

0,001 cm

Mengukur diameter luar benda maupun ketebalan benda yang sangat tipis, misalnya tebal kertas atau rambut

2. Standar dan Alat Ukur Masa

Standar internasional untuk massa adalah sebuah silinder platina-iridium yang tersimpan di Lembaga Berat dan Ukuran Internasional Sevres, dekat Paris. Kilogram standar tersebut memiliki massa 1 kilogram.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai satuan yang lain, seperti ons, kuintal dan ton.

1 ons = 0,1 kg

1 kuintal = 100 kg

1 ton = 1.000 kg

Alat ukur massa disebut neraca. Misalnya neraca pasar, neraca dua lengan, neraca tiga lengan, neraca kamar mandi dan neraca elektronik.

3. Standar dan Alat Ukur Waktu

Standar satuan untuk waktua adalah sekon atau detik.

Awalnya 1 sekon ditentukan berdasarkan rotasi bumi. Sehingga 1 sekon dapat didefinisikan sebagai

clip_image004

Sejak ditemukannya jam atom, 1 sekon didefinisikan sebagai selang waktu yang diperlukan oleh atom cesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak 9 192 631 770 kali.

Selain detik atau sekon, dalam kehidupan sehari-hari satuan lain yang dipakai adalah menit, jam, hari dan seterusnya.

1 menit = 60 sekon

1 jam = 60 menit = 60 x60 sekon = 3.600 s

1 hari = 24 jam = 24 x 3.600 s = 86.400 s

Alat ukur waktu yang bisa digunakan adalah jam matahari, jam pasir, arloji dan stopwatch serta jam atom.

Untuk contoh soal dan latihannya bersambung ya…

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 8:17 PM

Monday, October 19, 2015

KISI-KISI UN IPA Fisika SMP 2015/2016

Kisi-Kisi  UN IPA Fisika SMP Tahun Pelajaran 2015/2016 sudah keluar berdasarkan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Tentang Kisi-Kisi Ujian Nasional untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kisi-Kisi UN yang dikembangkan oleh BSNP ini merupakan irisan materi kurikulum 2006 dan 2013. Hal ini terkait dengan terjadinya transisi kurikulum dengan adanya sebagian sekolah yang masih menggunakan lama (2006) dan ada yang menggunakan kurikulum baru (2013). Patut dicatat bahwa pada tahun yang lalu, banyak sekolah yang sudah menggunakan kurikulum 2013, tetapi hanya dilaksanakan selama 1 semester.
Apapun itu, yang lebih penting sekarang adalah bagaimana menyiapkan Ujian Nasional tahun 2016 dengan lebih dini lagi dan tetap mengacu kepada kisi-kisi yang baru.
Berikut kisi-kisi UN IPA Fisika SMP 2015/2016

 Kita bisa melihat adanya perbedaan yang mencolok antara kisi-kisi UN 2015/2016 dengan kisi-kisi UN sebelumnya. Tidak muncul istilah kompetensi maupun indikator. Tantangan buat kita semua, kalau pada kisi-kisi tahun sebelumnya melalu indikator soal-soal yang akan keluar bisa diprediksikan dengan peluang yang besar. Tetapi kalau melihat kisi-kisi sekarang yang seperti ini, nampaknya kesulitan untuk menebak soal mana yang akan keluar.

Pada kisi-kisi UN 2015/2016 dibedakan adanya tingkatan/level kognitif yaitu dari pengetahuan dan pemahaman, aplikasi serta penalaran dan logika. Level kognitif pengetahuan dan pemahaman mencakup pertanyaan mengidentifikasi, menyebutkan, menunjukkan, membedakan, mengelompokkan dan menjelaskan. Level kognitif aplikasi mencakup pertanyaan mengklasifikasi, menginterpretasi, menghitung, mendeskripsikan, memprediksi, mengurutkan, membandingkan, menerapkan dan memodifikasi. Sedangkan untuk level kognitif penalaran dan logika mencakup pertanyaan menemukan, menyimpulkan, menggabungkan, menganalis, memecahkan masalah dan merumuskan.

Untuk materi UN IPA Fisika sendiri dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Pengukuran, Zat dan Sifatnya
- pengukuran
- besaran dan satuan
- konsep zat dan wujudnya
- zat serta perubahannya
- zat aditif, zat adiktif, dan psikotropika
- partikel zat
- pencemaran
- campuran
- larutan

2. Mekanika dan Tata Surya
- gerak lurus
- hukum newton
- usaha dan energi
- pesawat sederhana
- suhu dan kalor
- tekanan
- tata surya

3. Gelombang, Listrik dan magnet
- getaran dan gelombang
- bunyi
- optik
- listrik dan magnet

(catatan : termasuk di dalamnya juga materi kimia)
Oke, mulai sekarang mulailah menyiapkan diri untuk menghadapi UN IPA 2016. Kita awali dengan membedah kisi-kisi UN-nya, mencari referensi, membuat catatan/ringkasan, membuat contoh soal yang sesuai, membuat prediksi sampai akhirnya siap untuk mengikuti UN.



Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 4:09 PM

Thursday, August 13, 2015

Catatan Mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Pengelola Laboratorium IPA (Bagian 1)


Pusdiklat BKK


Catatan Mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Pengelola Laboratorium ini dibuat sebagai bentuk tanggung jawab moral karena banyaknya hal yang didapat dan yang harus dikorbankan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Diawali dengan pemberitahuan dari Dinas Pendidikan Purbalingga agar saya sebagai kepala laboratorium mengikuti acara tersebut. Senang banget rasanya..karena seumur-umur menjadi guru IPA baru mendapat kesempatan mengikuti kegiatan yang sesuai dengan ke IPA an nya. Bukannya tidak pernah, tetapi yang dimaksud di sini adalah penyelenggarannya di luar kota. Kalau kegiatan-kegiatan di dalam kota itu sih biasa, misalnya lewat jalur MGMP IPA Purbalingga. Atau kegiatan di luar kota (misalnya di Semarang, Yogyakarta, Solo, Magelang) sering juga, tetapi lebih banyak berhubungan dengan multimedia/IT.

Kegiatan Bimbingan Teknik itu sendiri dilaksanakan tanggal 12 - 15 Agustus 2015 di Pusdiklat BKK Jawa Tengah, Jalann Supriyadi 37 Semarang. Check in dilaksanakan jam 11.00  - 16.30 WIB.Ya kalau melihat dari peta atau dari software MAPS.ME sudah ada gambaran di mana lokasi tempat kegiatan tersebut.

 Lumayan capek juga sih, karena tanggal 8 -9 Agustus baru saja melaksanakan Persami SMP Negeri 2 Pengadegan. Sedangkan tanggal 11 sampai ke rumah pukul 17.30. Kok sampai sore? Pulang sekolah langsung mengikuti rapat dengan anggota BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Tim 05 Purbalingga. Habis rapat menjembut ibu di terminal yang baru datang dari Kebumen.

Sampai di rumah, mengurusi anak lanang sampai tuntas, kemudian malam sekitar jam 20.00 WIB ke rumah teman (bendahara sekolah) bincang-bincang (sedikit-dikit nggarap) beberapa laporan yang belum selesai. Sekitar jam 22.30 WIB pamit dan pulang di rumah. Sampai rumah siap-siap, packin

g, bersih-bersih segala macam dan selesai jam 01.30 WIB. Tidur meski tidak nyenyak dan bangun jam 05.30 WIB. Sholat dan sebagainya..jam 06.00 sudah siap. Targetnya memang agar sampai di terminal Purbalingga bisa ikut bus sekitar pukul 07.00.

Masalah baru muncul, ketika anak-anak kesayangan berkeberatan saya pergi sendiri (baca mereka mau ikut). Akhirnya keberangkatanku menjadi tertunda. Dari pada gugup, akhirnya aku berinisiatif naik motor. Ya..melenceng dari rencana semula untuk naik bus umum. Meski begitu, aku menikmati sekali karena bisa lebih santai berangkatnya, Jam 09.00 WIB kurang sedikit aku berangkat (dua anak saya masih sekolah), Lewat Bukateja yang baru dicor jalannya, Bannjarnegara, Wonosobo, Kretek, Temanggung dan akhirnya lewat Sumowono - Bandungan keluar di Ungaran. Niatnya sih mau lewat jalur bus, tetapi akhirnya lewat Sumowono sambil mengingat kembali perjalanan kurang lebih 1 setengan tahun lalu lewat daerah situ untuk pertama kalinya, Jujur pas dulu,.agak maras, kok gak sampai jalan utama padahal rasanya sudah sangat jauh mengendara. Perjalanan yang sekarang sih sudah sedikit santai.

Memasuki Ungaran, berhenti dulu di POM Bensin, sholat dhuhur + sholat Asyar (dijamak). Perut yang semakin keroncongan tak kupedulikan. Rasanya tidak bakal bisa makan kalau belum sampai tujuan..Kulanjutkan perjalananku. Banyumanik..Ngesrep..Jatingaleh..Metro..terus lurus. Kemudian ada pertigaan satunya ke arah Simpang Lima satunya ke arah Johar. Aku ambil jalan ke arah Johar...nah di sini kekeliruan jalur mulai muncul. Ya berdasarkan peta/maps yang kupunya dan dari tanya beberapa teman, posisinya dari Simpang Lima ke arah timur....terus..terus..kemudian carilah Jalan Supriyadi. Kalau naik bus ya minta turun di pertigaan Supriyadi. Kalau pakai taxi sih langsung ke tujuan.

Aku ambil arah Johar (kalau pengin aman sih ikuti arah ke Simpang Lima)..sedikit-dikit ambil resiko nyasar. Nyata...malah bablas. Tanya sama tukang parkir ya sudah bablas saja..ketemu bundaran muter, hitunglah lampu merah ke-5 kemudian belok kanan. Kususuri jalan yang dimaksud, tanya sama tukang parkir lagi ya...tinggal lampu merah ke-2 belok kanan. Ya oke..akhirnya sampai juga ke Gedung Pusdiklat BKK. Check ini. Dapat nasi box. Ngamar. Sekitar jam 15.20 WIB saat itu.

Siap-siap dan alhamdulillah bisa mengikuti Pembukaan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Pengelola Laboratorium IPA, meskipun dapat duduk di bagian belakang. Posisi kamarku di nomerku 2, di lobby 19 lantai 2 bareng teman dari Boyolali dan Magelang Kota, Ya seneng juga sih..dapat teman baru. (bersambung)

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 3:49 PM

Thursday, July 23, 2015

Pengantar Sains Bagi Pemula

Sains perlu diajarkan sejak dini. Sains ini pun diajarkan secara menyenangkan. Sains diberikan menggunakan contoh-contoh konkret yang ada dalam keseharian.

Amati gambar di samping. Kita paham, kalau itu gambaran dari pencemaran lingkungan. Anak-anak pun tahu kalau itu gambaran pencemaran udara. Tetapi apakah pengetahuan seperti itu cukup memberikan kesadaran agar anak-anak kita tidak melakukan hal sama.


Memahami sains sekaligus menggunakannya secara bijaksana. Sehingga anak-anak kita pun semakin peduli dengan lingkungan. Tidak mau membuang sampah sembarangan. Tidak sembarang mengkonsumsi makanan yang tidak jelas bahannya. Selain itu, dengan berlandaskan pengetahuan sains yang diterimanya, anak-anak dimungkinkan mampu membuat berbagai model alat-alat yang berguna demi kemudahan belajar sains.

Sains harus membumi. Tidak saatnya lagi konsep sains berada di awang-awang. Sains adalah milik kita semua. Sains bukan hanya bisa dikuasai/dipelajari oleh orang-orang yang punya intelektual yang baik.

Berikut materi sains yang perlu diketahui sebagai dasar untuk belajar sains pada tahap berikutmya.
Fisika dalam Kehidupan Kita
  • Apa itu Fisika?
  • Besaran dan Pengukuran
  • Wujud Zat
  • Suhu dan Kalor
  • Gerak
  • Gaya
  • Energi dan Daya
  • Pesawat Sederhana
  • Getaran, Gelombang, dan Bunyi
  • Cahaya
  • Alat Optik
  • Listrik Statis
  • Energi dan Daya Listik
  • Magnet
  • Elektromagnet
Fisika Bumi dan Antariksa dalam Kehidupan Kita
  • Tata Surya
  • Alam Semesta
  • Matahari
  • Bumi
  • Atmosfer Bumi
  • Hidrosfer
  • Litosfer
  • Bencana Alam Kebumian
Kimia dalam Kehidupan Kita
  • Apa itu Sains Kimia?
  • Atom, Ion, Molekul
  • Pemisahan Campuran
  • Reaksi Kimia
  • Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
  • Asam, Basa, Garam
  • Bahan Kimia dalam Rumah Tangga
  • Bahan Kimia pada Makanan
  • Zat adiktif dan Psikotropika
  • Kimia Karbon
Biologi dalam Kehidupan Kita
  • Apa itu Sains Biologi?
  • Ciri-Ciri Makhluk Hidup
  • Klasifikasi Makhluk Hidup
  • Organisasi Kehidupan
  • Ekosistem
  • Sistem dalam Kehidupan Tumbuhan
  • Sistem Gerak pada Manusia
  • Sistem Pencernaan Manusia
  • Sistem Pernapasan Manusia
  • Sistem Peredaran Manusia
  • Sistem Ekskresi Manusia
  • Sistem Reproduksi Manusia
  • Sistem Saraf dan Indra Manusia
  • Adaptasi dan Seleksi Alam
  • Pewarisan Sifat
  • Teknologi Reproduksi dan Bioteknologi

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 10:06 PM

Wednesday, July 22, 2015

Percobaan Sains

Eksperimen / Percobaan Sains
Sumber : www.sheknows.com
Percobaan IPA atau dalam bahasa yang lebih keren  eksperimen sains haruslah menjadi inti dalam pembelajaran IPA/sains. Dengan melakukan percobaan ini diharapkan kita bisa membuat pemahaman yang lebih baik lagi menyangkut konsep-konsep IPA. Seperti pada gambar di samping, seorang anak yang sedang mengamati suatu obyek menggunakan mikroskop. Roman mukanya pun berseri-seri yang menunjukkan bahwa bahwa banyak hal yang menyenangkan ketika mempelajari sains. 


Meskipun demikian, dalam melakukan eksperimen/percobaan sains, tidak selalu menggunakan alat-alat yang mahal atau canggih. Bisa juga menggunakan peralatan sederhana yang kita buat sendiri maupun dari barang-barang bekas. 

Di perpustakaan sekolah sendiri, banyak ditemukan buku-buku yang membahas tentang percobaan-percobaan tentang sains. Belum lagi kalau kita browsing di internet, tak terkira banyaknya yang membahas mengenai percobaan/eksperimen sains.

Berikut ini adalah buku-buku mengenai percobaan/eksperimen sains ditemukan di perpustakaan sekolah tempat saya belajar dan mengajar :

Seri Sains untuk Pemula
Sains buat pemula
Buku ini berupaya memperkenalkan sains melalui berbagai percobaan yang menyenangkan. Melalui buku ini, kita diajak belajar berpikir, belajar kreatif, belajar bekerja sama, belajar aplikasi teknologi, dan agar lebih mencintai sains.
Ada 10 seri dari buku ini, yaitu :
  1. Mari Bermain Gerak
  2. Mari Bermain Keseimbangan
  3. Mari Bermain Kelembaman dan Gesekan
  4. Mari Bermain Pesawat Sederhana
  5. Mari Bermain Bunyi
  6. Mari Bermain Cahaya
  7. Mari Bermain Listrik Statis
  8. Mari Bermain Magnet
  9. Mari Bermain Elektromagnetik
  10. Mari Bermain Molekul
82 Percobaan Alam : Selangkah Demi Selangkah
82 Percobaan Alam : Selangkah Demi Selangkah
Buku ini merupakan buku edisi terjemahan tentang berbagai percobaan sains. Tema-tema yang dibahas pada buku ini meliputi :
  • Dunia Sekitar Kita
  • Kehidupan Air
  • Kehidupan Tanah
  • Tumbuhan dan Pertumbuhan
  • Bunga
  • Pohon
  • Hewan Kecil
  • Burung-Burung
  • Tubuh Manusia
Seri Percobaan SainsSeri Percobaan Sains
Buku Seri Percobaan Sains ini ada beberapa judul, yaitu :
  1. Seri Percobaan Sains 1 : Percobaan Terhadap Air
  2. Seri Percobaan Sains 2: Percobaan terhadap Cahaya
  3. Seri Percobaan Sains 3: Percobaan terhadap Listrik
  4. Seri Percobaan Sains 4: Percobaan terhadap Magnet
  5. Seri Percobaan Sains 5: Percobaan terhadap Udara dan Bunyi 
  6. Seri Percobaan Sains 6: Percobaan terhadap Zat 

90 Eksperimen
90 Percobaan SainsBuku ini merupakan buku terjemahan dari 365 Experimenten Fur Jeden Tag. Ada 90 percobaan yang terbagi dalam 4 kategori,    yaitu :
  1. Perlambatan, Keadaan Diam, atau Pergerakan
  2. Hangat, Panas, dan Pendinginan
  3. Angi, Kilat, dan Guntur
  4. Mengenal Serangga
Tentunya masih puluhan bahkan ratusan sumber belajar sains yang lain. Terkait dengan eksperimen sains, setelah membaca buku-buku tentang hal tersebut, kita coba untuk mempraktekannya. Sehingga pemahaman kita tentang sains akan lebih baik lagi. Saat melakukan percobaan mungkin saja kita mengalami kegagalan atau kesalahan. Kita bisa mencobanya, mendiskusikan dengan teman kita atau bertanya pada orang tua atau guru. Bisa saja, kita yang salah atau panduan dari buku yang salah. Dan alangkah baiknya juga, kita bisa berpikir untuk membuat percobaan sains yang lebih kreatif dan menantang. 



Sumber : Percobaan Sains
Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 10:05 PM

Tuesday, July 21, 2015

Belajar Sains yang Atraktif

Belajar Sains yang Atraktif ini merupakan cara belajar sains yang ditawarkan oleh buku"Dari Galileo sampai Einsten", seperti yang dituliskan oleh Chalis Setyadi.

Ada 5 cara untuk belajar sains yang atraktif, meliputi :
1. Belajar sains dengan melakukan percobaan
2. Belajar sains dengan  membaca buku
3. Belajar sains dengan mengamati alam sekitar
4. Belajar sains dengan praktik lapangan
5. Belajar sains dengan alat peraga visual.
Tentunya ke-5 cara belajar sains ini bisa dilakukan secara bersama-sama maupun secara terpisah menyesuakan diri dengan topik yang akan dibahas. Misalnya dalam melakukan percobaan membuat model kapal uap, kita bisa menggabungkan dengan buku-buku fisika yang membahas konsep tekanan, hukum aksi reaksi maupin perubahan energi. Demikian juga sebelum melakukan percobaan-percobaan yang kompleks bisa terlebih dulu melihat video tutorial pada alat peraga visual sehingga sebelum melakukan percobaan sudah mempunyai gambaran awal yang lebih baik.

1. Belajar sains dengan melakukan percobaan
Melakukan berbagai percobaan merupakan salah satu cara terbaik dalam belajar sains. Dalam melakukan percobaan kita dilatih untuk melakukan berbagai tahapan agar tercapai tujuan yang ditargetkan. Misalnya kita melakukan percobaan mengenai cacat mata. Dengan menggunakan susunan lensa maupun layar, kita harus membuktikan bahwa untuk rabun dekat misalnya kita susun sedemikian rupa sehingga didapatkan titik dekat mata penderita tersebut. Setelah itu kita perlu memanipulasi percobaan sedemikian rupa agar bayangan terbentuk di belakang layar (sebagai retinanya). Selanjutnya kita menambahkan lensa cembung sedemikian hingga bayangan akhirnya menjadi jelas dan tepat di layar (retina). Lumayan bukan? Bukan sekedar menghapalkan tetapi akhirnya benar-benar memahami konsep fisika dengan benar.

2. Belajar sains dengan  membaca buku
Membaca buku pun bisa menjadi cara yang efektif dalam belajar sains. Ada kalanya kita tidak mungkin melakukan percobaan dalam waktu yang singkat atau mungkin tidak memiliki alat yang dibutuhkan, baik karena langka maupun harganya yang tidak terjangkau. Atau kita sekedar membutuhkan data-data percobaan dengan cepat baik sebagai pembanding maupun data utama. Nah pada saat itulah, kita membutuhkan berbagai buku maupun berbagai jurnal. Buku dan jurnal ini tentunya harus dapat dipertanggungjawabkan isinya.

3. Belajar sains dengan mengamati alam sekitar
Alam sekitar akan menjadi tempat belajar yang menarik, murah, dan bermakna ketika kita mau merencakanan dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar sains. Misalnya, adanya pelangi setelah hujan. Kita amati dan kita pikirkan apa yang menjadi penyebabnya, Ataukah ketika melihat air sungai yang tercemar. Kita mengamati dan menganalisa. Apa penyebab kotornya sungai tersebut? Bagaimana dampaknya bagi kehidupan ikan, katak, tumbuhan dan bahkan manusia? Bagaimana cara mengatasi tercemarnya sungai itu? Dan tentunya banyak pertanyaan lain yang bisa buat. Kuncinya adalah kita harus mau melakukan pengamatan secara sungguh-sungguh dan memunculkan sikap selalu ingin tahu serta kritis terhadap segala sesuatunya.

4. Belajar sains dengan praktik lapangan
Adakalanya kita belajar sains melalui praktik lapangan. Misalnya dengan melakukan kunjungan ke taman kota, kebun binatang, pabrik pengolahan limbah, pabrik jamu, pabrik pengolahan logam, sungai, danau, pantai, berbagai museum, taman pintar dan tempat lain. Tentunya segala sesuatunya harus direncanakan terlebih dahulu, Pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan maupun dicari jawabnnya sudah disiapkan. Target/tujuan jelas. Sehingga kegiatan yang ditargertkan akan tercapai secara efektif dan efisien. Karena banyak sekali kegiatan kunjungan/wisata/study tour yang akhirnya hanya membuang-buang waktu atau sekedar refreshing semata.

5. Belajar sains dengan alat peraga visual.
Berbagai alat peraga visual dapat kita manfaatkan dengan baik sehingga kita mempunyai gambaran yang lebih nyata. Misalnya model tata surya yang dibuat baik melalui simulasi/animasi komputer maupun model nyata akan menjadikan kita lebih jelas lagi dalam mengamati lintasan/orbit planet ketimbang melalui penjelasan dari guru atau buku.
Selain alat peraga yang dibuat baik menggunakan versi digital (video, animasi, simulasi dan sejenisnya) maupun model biasa (non digital) kita juga bisa memanfaatkan alat yang asli, misalnya melakukan kunjungan ke pabrik. Dan jangan lupakan alam semesta, seperti berbagai jenis batuan, hutan, sawah, perkebunan dan tempat lain merupakan "alat peraga visual" yang sangat baik. Bukan sekedar "alat peraga sebagai model" tetapi benar-benar asli.

Demikian dulu postingan mengenai cara belajar sains yang atraktif semoga bermanfaat dan bisa menjadi motivasi untuk terus belajar sains.
Sumber : Belajar Sains yang Atraktif
Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 10:03 PM

Monday, July 20, 2015

Rahasia Sehari-hari

Salah satu cara mempelajari sains, khususnya untuk pemula atau tingkat dasar dapat dimulai dengan mengenal berbagai benda dan kejadian yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kejadian atau peristiwa dalam keseharian bukan sekedar sesuatu yang dibiarkan terjadi tetapi dengan penuh ketekunan, kita bisa banyak belajar mengenai berbagai pengetahuan dan sekaligus melakukan berbagai percobaan-percobaan sederhana dan perbandingan. Setiap orang, tidak terbatas pada umur, dapat menemukan rahasia dalam kehidupan sehari-hari dan sekaligus memecahkannya. Kuncinya hanya satu, yaitu ada keinginan yang besar untuk mau memahami/mengetahui sesuatu.

Berbagai kejadian atau peristiwa yang terkait dalam sains meliputi berbagai hal, seperti berikut ini :

  1. Botani
  2. Kimia
  3. Listrik
  4. Gesekan
  5. Titik berat
  6. Tuas
  7. Kelembaman
  8. Gaya apung
  9. Gaya molekul
  10. Panas
  11. Hantaran panas
  12. Es
  13. Tekanan udara
  14. Aliran
  15. Bunyi
  16. Optik
  17. Pemantulan
  18. Pembelokan cahaya
  19. Mata
  20. Geometri
Dalam buku Rahasia Sehari-hari (edisi terjemahan) dari Hans Jurgen Press, dari kedua puluh bagian tersebut ada 125 kejadian atau peristiwa yang terkait dengan sains disertai berbagai percobaan sederhana dan perbandingan sederhana untuk menguak rahasia dibalik semua itu.

Contoh sederhana yang berjudul "Pengaruh matahari" diceritakan sebuah mobil meluncur di jalan pedalaman dari arah utara ke selatan pada suatu hari di musim semi (Eropa). Salah seorang penumpang begitu kagum dengan indahnya pemandangan pohon-pohon apel yang sedang berbunga di pinggir jalan. Tetapi penumpang lainnya mengatakan bahwa jika kita melewati arah yang berlawanan (selatan ke utara) maka akan didapatkan pemandangan yang lebih menakjubkan.

Karena mobil yang ditumpangi mereka dari arah utara ke selatan, maka hanya bagian utara dari saja yang teramati. Tumbuhan-tumbuhan yang ke arah selatan memiliki cabang yang jauh lebih panjang, daun lebih rimbun serta bunga lebih banyak karena sinar matahari leluasa mengenai bagian itu. Begitu juga lingkaran tahunan dalam batangnya pada sebelah selatan lebih lebar dan lebih banyak jaringan untuk menyalurkan air dan zat makanan.

Buku Rahasia Sehari-hari dari Hans Jurgen Press, akan menjadi salah satu buku yang digunakan untuk mempelajari sains bagi pemula, khususnya pada blog sains media ini. Memang untuk saat ini, kami masih mengumpulkan berbagai referensi yang bisa berisi berbagai pengetahuan-pengetahuan tingkat dasar.

Sumber :

Belajar Sains dari Rahasia Sehari-hari

Ditulis oleh: Arsyad R Sains Multimedia Updated at : 9:59 PM
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...