Artikel #5 Cara Praktis Pakai Gen AI untuk Susun Tujuan Pembelajaran yang Operasional dan Kontekstual

Artikel #5 Cara Praktis Pakai Gen AI untuk Susun Tujuan Pembelajaran yang Operasional dan Kontekstual


Pendahuluan

Salah satu tantangan terbesar guru dalam merancang modul ajar adalah merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) yang benar-benar operasional. Sering kali, Capaian Pembelajaran (CP) yang bersifat umum sulit diturunkan menjadi langkah-langkah konkret di kelas. Akibatnya? Aktivitas belajar dan asesmen jadi tidak sinkron.

Kehadiran Generative AI (seperti ChatGPT atau Gemini) hadir sebagai solusi untuk mempercepat proses ini. Namun, AI bukanlah pengganti peran guru. Artikel ini akan mengupas bagaimana cara memanfaatkan Gen AI secara bijak untuk menciptakan tujuan pembelajaran yang tajam, terukur, dan tetap kontekstual bagi siswa.


Mengapa Guru Sering Kesulitan Merumuskan Tujuan Pembelajaran?

Di lapangan, banyak guru terjebak dalam kendala teknis saat menyusun perencanaan:

  • Redaksi Terlalu Abstrak: Tujuan sulit diterjemahkan ke dalam instruksi nyata.

  • Kurang Kontekstual: Tidak mempertimbangkan latar belakang dan kesiapan siswa.

  • Masalah Administrasi: Beban dokumen yang menumpuk membuat guru kekurangan waktu untuk berpikir reflektif.

Memahami hambatan ini penting agar kita bisa memposisikan AI bukan sekadar alat "copas", melainkan rekan diskusi untuk mempertajam kualitas pembelajaran.


Prinsip Utama: Guru adalah Pilot, AI adalah Navigasi

Sebelum memasukkan perintah (prompt) ke AI, pegang teguh prinsip-prinsip berikut agar hasilnya tidak "robotik":

  1. AI sebagai Pemantik Ide: AI memberikan alternatif redaksi, Anda yang menentukan isinya.

  2. Keadilan Kontekstual: Hanya Anda yang tahu kondisi sosial dan ekonomi siswa di kelas, bukan AI.

  3. Filosofi Reflektif: Guru berhak penuh untuk mengubah, menyederhanakan, atau menolak saran AI demi kebaikan siswa.


Langkah-Langkah Menyusun TP dengan Bantuan Gen AI

Berikut adalah alur kerja efektif yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan kearifan guru:

1. Bedah Capaian Pembelajaran (CP) secara Mandiri

Jangan serahkan pembacaan kurikulum sepenuhnya pada AI. Pahami dulu kompetensi inti dari fase yang sedang Anda ampu. Identifikasi kata kunci penting yang harus dikuasai siswa.

2. Gunakan Prompt yang Spesifik

Saat berdialog dengan AI, berikan konteks yang jelas.

Contoh Prompt: "Saya ingin menurunkan CP Matematika Fase D tentang Statistika menjadi 3 Tujuan Pembelajaran yang operasional. Peserta didik saya rata-rata memiliki minat pada isu lingkungan. Gunakan kata kerja operasional yang bisa diukur."

3. Uji Keoperasionalan dengan Pertanyaan Reflektif

Setelah AI memberikan draf, filter kembali dengan pertanyaan ini:

  • Apakah bisa diamati? (Bisa dilihat lewat performa/produk siswa?)

  • Apakah realistis? (Bisa dicapai dengan durasi jam pelajaran yang ada?)

  • Apakah sesuai karakter siswa?

4. Personalisasi dan Kontekstualisasi

Inilah tahap paling krusial. Sesuaikan bahasa AI agar relevan dengan lingkungan sekolah. Jika sekolah Anda berada di daerah pesisir, hubungkan contoh-contoh dalam TP tersebut dengan dunia kelautan atau perikanan.

5. Finalisasi: Dari Dokumen Menjadi Aksi

TP final adalah hasil refleksi mendalam Anda. Pastikan TP tersebut nantinya selaras dengan instrumen asesmen yang akan Anda gunakan.


Contoh Perbandingan: Sebelum vs Sesudah Sentuhan AI & Guru

AspekRumusan Awal (Terlalu Umum)Rumusan Setelah Dibantu AI & Refleksi Guru
BahasaSiswa memahami konsep ekosistem.Siswa mampu menganalisis rantai makanan di lingkungan sawah sekitar sekolah melalui pengamatan langsung.
KeterukuranSiswa mengerti cara menulis surat.Siswa dapat menyusun surat permohonan bantuan kepada tokoh masyarakat dengan tata bahasa yang santun.

Menjaga Sisi Kemanusiaan dalam Pembelajaran

Penting untuk diingat bahwa pendidikan bukan sekadar transfer data. Gen AI tidak memiliki empati; ia tidak tahu ketika siswa Anda sedang kehilangan motivasi atau butuh pendekatan berbeda.

Tujuan pembelajaran yang "manusiawi" adalah yang memberikan ruang bagi pertumbuhan emosi, karakter, dan interaksi sosial. AI membantu kita dalam hal teknis bahasa, tetapi guru menghidupkan tujuan tersebut di dalam kelas.

Kesimpulan

Memanfaatkan Gen AI untuk merumuskan tujuan pembelajaran adalah langkah cerdas untuk efisiensi. Selama guru tetap memegang kendali sebagai pengambil keputusan utama, TP yang dihasilkan tidak hanya akan memenuhi syarat administrasi, tetapi benar-benar menjadi kompas yang mengarahkan siswa menuju pembelajaran yang bermakna.

Share:

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Categories